Desa Sambirejo Sulap Jalan Desa Menjadi Jalan Wisata

Dodol bayam hasil olahan UMKM di Desa Sambirejo. (foto/bb/tin)

Bangorejo (BisnisBanyuwangi.com) – GELIAT pariwisata di Banyuwangi mulai diikuti hingga ke tingkat desa. Salah satunya, di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Desa ini membangkitkan potensi wisata dengan mengubah jalan desa menjadi jalan wisata. Program ini ditargetkan terwujud di tahun 2018. Jalanan desa akan ditawarkan menjadi paket wisata agro buah naga dan jeruk.

Kepala Desa Sambirejo, Hadi Purnomo mengatakan program jalan wisata menjadi gebrakan terbaru. Konsepnya, menjadikan jalan desa yang bersih, lebih tertata. “ Ini perlu pemahaman ke masyarakat,” kata pria yang baru menjabat ini kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Rencananya, kata Hadi Purnomo,  di sepanjang jalan desa ditanami tanaman hias pucuk merah, serta pohon sirsak. Sejauh ini, pihak desa sudah menyiapkan 300 bibit sirsak bantuan dari Dinas Kehutanan Banyuwangi.

Pihaknya berharap, selain lebih tertata, hasil panen sirsak bisa mendukung dana operasional Linmas, RT dan kegiatan PKK. Jika sebelumnya dirinya menggelar acara mancing mania untuk mencari simpati warga, ke depan dirinya ingin menjadikan mancing mania sebagai kegiatan tahunan.

Selain itu, pihaknya sedang menyipakan kampung belajar. Rencananya, kegiatan belajar gatis ini dipusatkan di Dusun Pasembon. Selain mengasah penguasaan bahasa asing, juga seni.

Pihak desa mengupayakan pembangunan berbasis gotong royong, serta melibatkan  masyarakat untuk tanggap dalam membantu mewujudkan program desa. “Untuk pembangunan infrastruktur pavingisasi dan drainase menjadi prioritas,” ucap pria yang aktif berorganisasi sejak muda ini. Di samping meningkatkan pelayanan masyarakat,. Dikatakan Purnomo, saat ini warga bisa mengurus KTP, KK dan akta kelahiran tanpa biaya.  (tin)

Berkembang Usaha Dodol

DESA Sambirejo memiliki luas lahan 935 hektar, luas lahan permukiman 240 hektar. Sisanya lahan persawahan seluas 581 hektar dan tegalan seluas 26 hektar. Memiliki batas desa, di bagian barat berbatasan desan Desa Ringintelu dan Desa Sukorejo. Di bagian timur berbatasan dengan desa Sambimulyo dan bagian selatan dengan Desa Seneporejo. Sementara di bagian utara berbatasan dengan Desa Bangorejo.

Desa ini juga kaya usaha kreatif dari kalangan UMKM. Salah satunya, usaha pengolahan dodol. Usaha ini ditekuni Sunarti bersama dua rekannya, Pipit dan Riska. Sunarti mengaku merintis usaha tersebut dari modal, Rp 100.000. Kini berbagai macam dodol dibuat. Seperti dodol buah naga, dodol waluh, dodol durian dan dodol bayam. Saat ini proses pembuatan masih berdasarkan pesanan. Selain dari mulut ke mulut, Sunarti mengandalkan promosi online. Harga yang ditawarkan cukup murah, Rp 12.000 per kotak. Masalahnya, kata Sunarti usaha yang baru dirintis sejak 3 bulan silam ini masih menuai kendala. Seperti dalam hal kemasan dan produksi. “Masalahnya dodol kami hanya bisa tahan 15 hari,” ucapnya. Ke depan, pihaknya ingin mendapat pelatihan dari pihak terkait agar usaha dodol ini bisa lebih berkembang.

Kades Sambirejo Hadi Purnomo, desanya  banyak tumbuh usaha kreatif. Seperti kerajinan manik-manik batok, kerajinan peti buah , peternakan puyuh dan olahan buah naga. Kini, pihak desa tengah merintis BUMdes. Dia berharap lewat BUMdes bisa dilakukan pembinaan bagi pelaku UMKM. “Ke depan, untuk pelaku UMKM selain mengupayakan bantuan permodalan, kami ingin menggandeng pihak terkait untuk membantu dalam hal pemasaran,” ucapnya. Untuk para pelaku UMKM yang ingin mendapat pelatihan, pihaknya siap memberikan fasilitas dan bekerja sama dengan pihak terkait. (tin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here