Spion Modifikasi Kurang Diminati

Spion tetap menjadi onderdil paling laris. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – SALAH satu bisnis onderdil motor yang paling sering dicari adalah spion. Namun, belakangan, spion original justru makin laku. Sebaliknya, spion modifikasi kurang diminati. Sebab, tak standar. Para pemilik kendaraan bermotor banyak berburu spion dengan tampilan aslinya. “ Kalau dahulu, spion modifikasi laku keras. Sekarang kurang diminati. Karena, saat ada razia kendaraan, memang tetap tidak boleh dipakai,” kata Mohammad Idhar, pedagang spion di Genteng kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Pria yang akrab dipanggil Idhar ini menekuni usaha sebagai penjual spion sejak tahun 2000. Dengan modal Rp 2 juta, dia membuka lapak di Desa Genteng Wetan, di dekat pasar sepeda bekas.

Harga spion ditawarkan beragam. Mulai Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per pasang. Beragam spion motor aneka merk ditawarkan. “ Yang paling laris spion motor Honda matik,” jelasnya.

Pasokan spion diperoleh dari para sales yang datang ke tokonya. Pihaknya juga mealayani tukar tambah spion dengan berbagai model. Dahulu, kata dia, spion pendek kecil sangat digemari. Namun sekarang sudah tidak diizinkan, karena ada larangan dan peraturan tentang penggunaan spion.

Spion yang dijual ditata bergelantungan di depan toko. Sehingga pembeli bisa bebas memilih. Setiap hari banyak orang datang membeli spion ditokonya . Omzet pendapatan rata-rata Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari. “ Biasanya ramai  pembeli hari Sabtu karena bersamaan pasar sepeda bekas,” jelasnya. Membeli spion di toko milik Idhar mendapat bonus pasang .  Kendala usaha ini ketika hujan. Saat hujan,  pembeli cenderung sepi. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here