Gandeng Untag, MPR Sosialisasikan Empat Pilar Lewat Wayang Kulit

16
Rektor Untag Andang Subaharianto menyerahkan wayang kulit serangkaian sosialisasi empat pilar kebangsaan di halaman kampus setempat, Sabtu (30/6) malam. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memilih Banyuwangi sebagai lokasi sosialisasi empat pilar kebangsaan. Kegiatan dengan menggandeng Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi ini dikemas menarik, Sabtu (30/6) malam. Yakni, menggunakan kesenian wayang kulit semalam suntuk di halaman kampus setempat. Istimewanya lagi, kesenian tradisional ini menghadirkan sinden bule asal Hongaria.

Kegiatan bertema budaya ini terbilang jitu. Antusias warga menyaksikan wayang kulit cukup tinggi. Sejak sore, warga kota Banyuwangi sudah berbondong-bondong ke lokasi. “ Sosialisasi empat pilar ini merupakan tugas MPR. Banyak cara yang dilakukan, mulai forum diskusi ada juga dengan pendekatan budaya. Seperti kesenian wayang kulit ini,” kata Siti Fauziah dari Sekretaris Jenderal MPR RI usai kegiatan.

Dijelaskan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dipilih dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan ini. Sebab, Banyuwangi kaya akan budaya. Salah satunya, wayang kulit yang banyak diminati masyarakat. “ Kami juga pernah menggelar sosialisiasi empat pilar dengan kesenian Reog. Jadi, kita sesuaikan dengan budaya masing-masing daerah,” jelasnya.

Empat pilar kebangsaan ini, lanjut Siti, adalah kunci persatuan dalam bernegara. Masing-masing Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya menjadi tanggungjawab MPR untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Pihaknya berharap, Untag Banyuwangi bisa menjadi agen dari kegiatan sosialisasi ini yang digelar secara rutin setiap tahun.

Rektor Untag Banyuwangi Andang Subahariyanto mengatakan pihaknya merasa terhormat bisa digandeng MPR RI dalam sosialisasi empat pilar. Apalagi, menggunakan pendekatan budaya. Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap, Untag bisa ikut mensosialisasikan empat pilar bernegara. Sekaligus, ikut melestariakan budaya tradisional. Dalam kegiatan ini, pihaknya juga menghadirkan atraksi budaya lokal lain di Banyuwangi. Seperti musik bambu dan barong Kemiren. “ Ini bagian komitmen kami ikut melestarikan budaya tradisional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 Banyuwangi Sugihartoyo menambahkan sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama MPR RI ini merupakan rangkaian kegiatan Perpenan selama sebulan penuh. Kegiatan serangkaian Hari Lahir Pancasila, bulan Bung Karno dan dies natalis Perpenas.

Kegiatannya mulai dari halal bihalal di lingkungan Perpenas hingga pawai seni Barong dan musik bambu hingga pagelaran wayang kulit. Dalangnya, Sigit Setiawan dan sinden asing, Agnes Serfozo. “ Lakonnya mengambil kisah Pendawa Syukur. Kisahnya, para Pendawa yang bersyukur meraih kemenangan,” ujarnya. Pihaknya berharap kegiatan sosialisasi empat pilar ini bisa digelar rutin setiap tahun bersama MPRI RI. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan