Melanggar, Ribuan Baliho Caleg Diturunkan Paksa

10
Satpol PP Banyuwangi menertibkan alat peraga kampanye caleg yang melanggar, Kamis (13/12). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Maraknya baliho caleg yang melanggar membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi turun tangan. Sebanyak 2804 alat peraga kampanye (APK) diturunkan paksa oleh Bawaslu. Jumlah ini masih ditambah 1086 alat bahan kampanye yang melanggar. Penertiban paksa baliho caleg dan sejenisnya akan terus dilakukan hingga April  2019.

Seluruh baliho caleg yang ditertibkan tersebar di 25 kecamatan di Banyuwangi. Penertiban melibatkan jajaran Satpol PP. “Alat peraga kampanye ini kami tertibkan karena melanggar. Seperti dipasang di fasilitas umum, melintang di jalan atau dipasang di pohon,” kata Ketua Bawaslu Banyuwangi,Hamim, Kamis (13/12).

Menurut Hamim, penertiban dilakukan serempak, mulai Kabupaten hingga jajaran kecamatan. Penertiban ini sudah diawali dengan pemberian imbauan tertulis ke masing-masing parpol. Jumlah baliho dan alat peraga kampanye yang ditertibkan kebanyakan milik caleg lintas parpol. Mulai caleg tingkat II hingga caleg DPR RI. “Kita sudah lakukan imbauan, tapi tetap dipasang melanggar. Sesuai aturan, kita tertibkan paksa,” jelasnya.

Ditambahkan, data yang dihimpun, hingga Nomber 2018, jumlah alat peraga kampanye yang terpasang mencapai 4.764. Dari jumlah ini, lebih dari separuhnya ternyata melanggar. “ Penertiban APK melanggar ini sesuai dengan Surat Edaran KPU No 76,” imbuhnya.

Pihaknya meminta masyarakat memberikan laporan jika menemukan alat peraga kampanye caleg yang melanggar. Misalnya, terpasang melintang di atas jalan raya. Jika ada laporan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP, termasuk parpol pemilik alat peraga. Mereka diminta menurunkan secara sukarela. Jika tetap membandel, penertiban paksa akan dilakukan.

Hamim melanjutkan, penertiban alat peraga kampanye akan terus dilakukan hingga menjelang pencoblosan. Menurutnya, aturan pemasangan alat peraga kampanye sudah diberikan ke masing-masing parpol. Zona pemasangan juga sudah diatur. Salah satunya, tidak terpasang difasilitas umum. Seperti tiang listrik maupun telepon. Meski sudah ada penertiban, Bawaslu tetap mengimbau parpol tidak kembali memasang alat peraga kampanye yang melanggar. “ Tim penindakan kami akan terus gerilya memburu alat peraga kampanye yang melanggar,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484