Kreatif, Petani Pesanggaran Ubah Lahan Jadi Wisata Petik Naga

6
Wisata agro petik buah naga di Dusun Ringinsari, Desa/ Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi yang diminati wisatawan. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Geliat pariwisata di Banyuwangi ikut membawa berkah bagi para petani buah naga. Salah satunya, mereka membuka wisata agro petik naga. Hasilnya, menggiurkan. Wisata agro ini ternyata sangat diminati wisatawan.

Menjadi obyek wisata baru, petik naga cukup favorit. Terutama, wisatawan domestik dari luar kota. “ Setiap hari, ada saja rombongan wisatawan. Rata-rata sekitar 50 hingga 100 orang,” kata Suryadi, salah satu petani naga yang juga Ketua Kelompok “ Karya Tani” di Dusun Ringinsari, Desa/ Kecamatan Pesanggaran, Minggu (30/12).

Pria ini mengisahkan, ide membuat wisata agro petik naga berawal dari geliat pariwisata di Banyuwangi. Lalu, keprihatinan petani ketika musim panen, harga buah naga selalu murah. “ Akhirnya, kami mendapatkan pendampingan melalui CSR PT Bumi Suksesindo (BSI), investor tambang emas di Pesanggaran. Terbentuklah, agro wisata petik buah naga,” kisahnya. Luas lahan buah naga yang disediakan bagi wisatawan mencapai 20 hektar. Bisa panen sepanjang tahun. Sehingga, wisatawan tidak perlu khawatir tak mendapat buah naga hika berkunjung ke tempat ini.

Menurut Suryadi, obyek wisata agro petik naga yang dikelolanya terbilang baru. Sekitar dua bulan dibuka. Panen raya buah naga biasanya jatuh mulai Agustus –September hingga Oktober. Di luar musim, para petani tetap bisa merangsang pohon agar bisa panen. Yakni, menggunakan metode lampu. Sehingga,mulai Maret, Juni hingga Juli, panen raya kembali muncul. Meski, jumlah buahnya tak sebanyak ketika panen normal.

Di obyek wisata petik naga, wisatawan bisa menikmati buah naga segar yang dipetik sendiri dari pohon. Lalu, membawa pulang buah naga. “ Tiket masuk hanya kami tawarkan Rp 10.000, menikmati buah naga sepuasnya. Jika akan membawa pulang, bisa petik sendiri, lalu harganya sesuai berat yang dipetik,” jelas Suryadi. Selama ini, wisatawan domestik banyak datang dari Bali, Surabaya dan Jakarta.

Selain petik naga, wisatawan dimanjakan dengan aneka kuliner khas lokal. Sehingga, setelah puas berkeliling kebun naga, wisatawan beristirahat sembari menyantap kuliner. Seperti, sayur bunga pisang, sayur batang keladi, nasi jagung hingga nasi gaplek. “ Kami menyajikan kuliner pedesaan, ini sangat diminati,” jelasnya. Wisata petik naga cukup mendongkrak pendapatan petani.

Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan sedikitnya lima kecamatan di Banyuwangi dijadikan sentra buah naga. Total lahannya sekitar 16.000 hektar. Dari jumlah ini, bisa dikembangkan menjadi wisata agro. “ Kami mendampingi dari sisi kualitas pertaniannya. Sehingga, buah yang dihasilkan benar-benar alami, bebas kimia,” tegasnya.

Sementara itu, Manager CSR PT BSI, Tri Kurniawan mengatakan program pendampingan ke petani buah naga untuk mengangkat potensi lokal. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian yang menjadi unggulan. “ Apa unggulan di daerah ini, kami berikan pendampingan melalui CSR. Terbentuklah, wisata agro buah naga ini,” ujarnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484