Agus Suhairi,S.H., Jaksa Nyambi Jadi EO Kicau Mania

28
Para personel EO Rajawali Indonesia usai lomba kicau mania Kades Cup 2 Desa Gendoh. (foto/bb/tin)

SOSOK jaksa satu ini terbilang unik. Di tengah karier sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), pria asli Banyuwangi bernama Agus Suhairi ini ternyata memiliki hobi merawat burung. Hobi merawat dan mengoleksi burung sudah dijalani pria asli Kelurahan Kertosari ini sejak 15 tahun silam.

Kehadiran kicau birung di rumahnya bukan sekadar sebagai pengobat penat. Tapi hobi yang tak bisa dinilai dengan uang.  Tak heran, jika di rumahnya banyak koleksi  burung. Termasuk beternak burung. Di dunia kicau mania. dia dijuluki, Mr. Agus Jaksa.

Salah satu burung koleksinya yang sering juara, Santet. Jenis burung Kacer yang sempat juara Bupati Cup Jember. Meski sempat ditawar mahal, Rp 75 juta tujuh tahun lalu, dia mengaku tak ingin melepasnya. Meski demi hobi satu ini Suhairi bisa menguras jutaan rupiah per Minggu.

Dari hobi mengoleksi burung ini, Suhairi dipercaya organisasi perburungan Indonesia, Rajawali Indonesia sebagai Ketua DPD Jatim 4 yang membawahi wilayah Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang.

Kegiatan DPD ini membawahi DPC sebagai pelaksana tugas harian. Seperti mengagendakan kegiatan latihan bersama (latber), semi latihan prestasi (latpres) dan latihan prestasi (latpres) skala nasional.

Rajawali Indonesia terbentuk dua tahun silam dan sudah berbadan hukum. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan bekerja profesional. Proses penjurian pun lebih transparan. Tak heran jika Rajawali Indonesia banyak dipercaya kicau mania menangani penyelenggaraan berbagai even lomba. “Para juri kami sudah melewati proses diklat dan pendidikan juri. Sehingga sudah terseleksi,” ucapnya.

Saat ini,  anggota tim Rajawali Indonesia wilayah Banyuwangi ada 20 orang, sudah selesai proses diklat dan 6 orang  masih binaan. Dirinya mengakui masih kekurangan tenaga. Mengingat tiap hari para anggota timnya harus bekerja dan nyaris tak pernah libur.

Salah satu kegiatan yang rutin di Banyuwangi di Pujasera, di lapangan legendaris ini setiap sore ada even. Hanya, Kamis saja libur. Dikatakan Suhairi, di Banyuwangi ada kesepakatan jadwal pembagian. Rajawali Indonesia, kegiatan latpres pada Minggu ketiga. “Untuk latber tidak ada batasan, siapa yang mau mengadakan silahkan,” lanjutnya.

Soal visi misi , dirinya tak menampik harapan terbesar Rajawali Indonesia tetap teratas dan terus dipercaya kicau mania. “Yang jelas tujuan utama kami pelestarian lingkungan,” ucapnya.

Pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke  kicau mania, terkait kampanye pelestarian lingkungan dan UU KSDA. “ Kami katakan, UU KSDA yang baru, tujuannya bagus, bukan menghambat, tapi hanya mendata, jenis burung yang dilindungi UU,” ucapnya.

Dirinya bersyukur, setelah adanya sosialisasi kini kicau mania semangat lagi. Meski awalnya banyak yang takut ditangkap. Kini sudah banyak yang mendaftar di KSDA. Juni lalu, pihaknya pun melakukan kampanye  pelestarian burung dengan melepas burung penghisap madu kembali ke alam.

Diakuinya, menangani even lomba, tak sedikit tantangan.  Menurutnya ada tiga hal sukses tidaknya sebuah gelaran.  Sukses dalam penjurian, hadiah dan EO. “Jika ketiganya bagus, insya Allah’ tak ada komplain pemain. Tapi EO dan juri harus cermat. Karena pemain juga punya banyak cara agar menang,” ungkapnya.

Diakuinya perkembangan perburungan di Banyuwangi kian pesat. Hal ini tentu berkat even lomba. Jenis burung yang sedang naik daun, Love bird, Murai batu dan Cucak ijo.

Meski Cucak ijo tak bisa diternak, tapi diakuinya masih banyak dikoleksi kicau mania. “Kemarin saya sempat usul di KSDA, harus adil. Pengamanan di hutan bagaimana. Jangan sekarang sudah digemari pemain lantas dipersoalkan,” ucapnya.

Adanya even lomba pun banyak menuai manfaat. Bahkan banyak yang menjadikan ladang bisnis. Dari joki, perawat sampai yang punya modal bisa menerjuni usaha ternak burung.

Menurutnya, banyak pelaku usaha ternak burung masih monoton dalam hal budidaya. Apalagi, tak semua burung bisa dibudidayakan. Contohnya, Cucak ijo.  Sebagai pemilik EO, Suhairi rajin mengikuti berbagai even lomba di berbagai kota. “ Ibarat saya punya hajatan. Kalau tuan rumah tak pernah ke mana- mana, even ya sepi, “ucapnya. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484