Kreativitas Desa Pesanggaran, Gaet Wisatawan dengan Festival Buah Naga

15
Aneka makanan hasil olahan berbahan buah naga. (foto/bb/tin)

Pesanggaran (BisnisBanyuwangi.co.id) – BUAH NAGA kini menjadi potensi unggulan Banyuwangi. Peluang ini dimanfaatkan warga Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran dengan menggelar Festival Buah Naga, Sabtu, 29 Desember 2018. Festival unik ini diharapkan menggaet wisatawan. Sehingga, mendongkrak pemasaran buah naga. Selain menawarkan buah naga segar dan aneka olahan naga, festival sekaligus pembukaan wisata agro buah naga “RinginBWI”. Lokasinya di Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran.

Hari masih pagi, namun kalangan ibu-ibu di Desa Pesanggaran sudah terlihat sibuk. Deretan tenda terpasang. Ternyata, mereka menggelar lomba memasak aneka olahan berbahan buah naga. Kegiatan ini terbilang istimewa. Sebab, menjadi ajang kreativitas warga. Ikut hadir, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan. Termasuk, jajaran PT Bumi Suksesindo (BSI), investor tambang emas Tumpangpitu yang menjadi pendamping Festival Buah Naga.

“ Sejauh ini, PT BSI sangat konsen terkait potensi buah naga. Banyak program untuk menunjang potensi buah naga ini. Beberapa tahun ini, PT BSI aktif memberi pelatihan olahan buah naga, membantu perizinan produk olahan buah naga, serta sekolah lapangan dan pendampingan bagi petani buah naga  di desa dan Kecamatan Pesanggaran,” kata Manager CSR PT BSI, Tri Sakti. Pihaknya berharap Festival Buah Naga dan dibukanya wisata agro buah naga bisa mempromosikan buah naga. Tak hanya di tingkat lokal,namun skala internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Arief Setiawan mengatakan agrowisata buah naga di Banyuwangi mulai berkembang. Pemasaran hasil panen pun bukan lagi tradisional, tapi kolaborasi dengan agrowisata. Fenomena ini, kata dia, bisa mendongkrak pendapatan dari sektor pertanian buah naga.

Total lahan buah naga di Banyuwangi, kata dia, mencapai 16.000 hektar. Tersebar di lima kecamatan. Masing-masing, Siliragung, Tegaldlimo, Pesanggaran, Bangorejo dan Purwoharjo. Dari jumlah ini, sekitar 200-3000 hektar sudah rutin panen. Ke depan, pihaknya mendorong para petani menggunakan metode organik. Sehingga, hasil buahnya bisa tembus ekspor. “ Tak kalah penting, buah naga organik cukup baik untuk kesehatan,” tegasnya. Pihaknya juga mendorong dibukanya banyak agro wisata buah naga. Sebab, akan memberikan nilai tambah bagi petani buah naga. (tin)

Wisatawan Bisa Petik dan Makan Sepuasnya.

MEMETIK dan menikmati buah naga  langsung di tengah kebun menjadi daya tarik wisata agro buah naga “ RinginBWI” di Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran. Meski baru di-launching, wisata agro ini sudah banjir peminat dari luar daerah.

 “Peminatnya cukup bagus, bahkan belum resmi launching pun sudah banyak wisatawan datang,” ungkap Kades Pesanggaran, Sukirno di sela Festival  Buah Naga dan Launching Agro Wisata Buah Naga kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Agro Wisata Buah Naga “RinginBWI” ini dikelola Kelompok sadar wisata  (Pokdarwis) RinginBWI. Total lahan yang dijadikan kawasan wisata agro ini kurang lebih dua hektar. Menggandeng petani lokal. “ Ini masih awal. Ke depan bisa jadi seluruh kebun buah naga di wilayah Desa Pesanggaran bisa dikemas sebagai kawasan wisata agro,” lanjutnya. Tiket masuk ke lokasi Rp 10. 000 per orang. Wisatawan bisa petik dan makan buah naga sepuasnya di tempat.

Ditambahkan, Sukirno, Festival Buah Naga ini bisa menjadi jembatan agar agrowisata wilayahnya makin berkembang. Sebab, mayoritas penduduk Desa Pesanggaran bertani. Dari jumlah ini, sekitar 70 persen adalah petani buah naga. Menurutnya, total luas lahan buah naga di Pesanggaran mencapai 120 hektar. Selama ini, kata dia, hasil panen buah naga dijual dalam bentuk buah segar dan olahan.  Namun, adanya wisata agro buah naga ini bisa mendongkrak nilai buah naga, terutama ketika musim panen raya.

Selain dijual dalam bentuk buah segar, kini masyarakat setempat juga kreatif membuat olahan buah naga. Seperti mie buah naga dan aneka camilan. Ke depan di area kebun naga juga akan dipasang lampu. Sehingga, selain suasana lebih indah wisatawan bisa menikmati wisata petik malam hari.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis “RinginBWI”  Yudha Anggara mengatakan  Pokdarwis merupakan wadah bagi pemuda- pemudi setempat mengangkat potensi daerah. Kini, beranggotakan 40 orang.  Sejauh ini, pihaknya menggandeng lahan milik petani setempat. Wisata agro buah naga ini diharapkan memunculkan usaha mikro setempat. Festival Buah Naga merupakan even kali pertama digelar Pokdarwis  RinginBWI. “Harapan kami ke depan bisa menjadi agenda tahunan,” tegas Yudha.

Beberapa program juga siap digelar oleh Pokdarwis yang baru terbentuk sebulan lalu ini. Diantaranya, penanaman seribu pohon buah naga dan menciptakan kampung wisata malam hari. Pihaknya berharap, wadah Pokdarwis ini bisa mengurangi pengangguran di Dusun Ringinsari. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484