Panen Buah Naga Tembus 42.000 Ton per Tahun

8
Panen buah naga yang melimpah di Bangorejo, Banyuwangi, Jumat (25/1). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Menjadi sentra buah naga, Kabupaten Banyuwangi menghasilkan panen buah naga yang melimpah. Setahun, hasil produksi bisa tembus hingga 42.349 ton. Jumlah ini dihasilkan dari luas lahan 1.290 hektar. Sayangnya, ketika panen raya harga buah naga cenderung turun.

Tingginya hasil panen buah naga ini menyusul banyaknya petani yang beralih ke komoditi ini. Tahun 2012, luas lahan buah naga di Banyuwangi hanya sekitar 539 hektar. Hasil panen sekitar 12.936 ton setahun. Jumlah ini meningkat tajam di tahun 2017. Lahan buah naga tembus 1290 hektar. Tersebar di lima kecamatan, Pesanggaran, Siliragung, Pesanggaran, Bamgorejo dan Purwoharjo. “Banyak petani yang mengalihkan lahannya dari sawah padi menjadi buah naga karena tergiur keuntungannya. Namun, ketika panen bersamaan memang harganya berpotensi turun,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, Rabu (23/1).

Pejabat ini menjelaskan, mengantisipasi murahnya harga, pihaknya melakukan berbagai terobosan. Salah satunya, membuka kran pasar ke Jakarta. Terbaru, pihaknya mendatangkan kontrak pembelian buah naga ke ibu kota hingga 150 ton. “ Begitu kontrak ditandatangani, pengiriman bertahap langsung dilakukan. Terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang ikut memfasilitasi kerja sama ini,” kata Arief.

Pihaknya berharap pengiriman buah naga ke Jakarta membantu menstabilkan harga. Harga yang dibandrol mencapai Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram, di atas harga yang berkembang di pasar yang hanya Rp 2.000 per kilogram. Syaratnya, kata Arief, buah yang diambil grade A dan B. “  Ini sesuai kondisi pasar,” jelasnya.

Salah satu petani buah naga,  Agus Widyaputra berharap stabilisasi harga bisa terus dirasakan petani. Sebab, ketika panen raya, petani kesulitan memasarkan hasil panen. Harga cenderung anjlok. “Melimpahnya panen, buah naga dari  lahan kami banyak yang tidak terbeli karena pasar sudah banjir buah naga,” keluhnya.

Menurut Arief, harga buah naga organik masih stabil. Kisarannya Rp 15.000 per kilogram. Pihaknya berharap, ada fasilitasi bagi petani menggarap buah naga organik. Sehingga, harganya lebih stabil. Tak kalah penting, kata Arief, hilirisasi buah naga. Salah satunya, mengolah buah naga menjadi beragam jenis makanan, minuman, hingga komestik. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484