Mahfud MD Menolak Dicalonkan Ketum PSSI

10
Prof. Mahfud MD. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Rencana suksesi pemilihan Ketua Umum (Ketum) PSSI ternyata tak menarik bagi sosok, Prof. Mahfud MD. Pakar Hukum ini secara tegas menolak jika dicalonkan maju menjadi Ketum organisasi sepak bola tersebut. Alasannya, Mahfud tak memahami bidang organisasi sepak bola.

“ Saya bukan tidak siap. Saya ini hanya penonton bola. Saya tak tak mau dicalonkan. Kalau saya masuk, malah menjadi dagelan,” kata Mahfud MD usai memberi ceramah Bali Besar Pelatihan Kesehatan  (BBPK) di Banyuwangi, Selasa (29/1).

Mahfud menambahkan, pihaknya tak mengetahui secara pasti terkait organisasi PSSI. Meski begitu, pihaknya tetap mendukung jika PSSI dibenahi. Dia mengaku pernah bertemu Erick Thohir dan membicarakan seputar pembenahan PSSI. “Saya ketemu Erick Thohir, lalu nanya soal PSSI. Saya bilang, nanti dibantu dibenahi,” jelasnya. Lantaran tak memahami pasti soal PSSI dan bukan bidangnya, Mahfud memastikan tak akan maju memperebutkan kursi nomor satu di olahraga sepak bola nasional.

Sebelumnya, nama Mahfud MD sempat digaungkan bisa maju dalam bursa Ketum PSSI. Sebaliknya, dia mendukung jika ada sosok lain yang mau mempersembahkan diri mengurus PSSI. “ Menurut saya bagus jika ada yang mau mewakafkan diri,” jelasnya. Salah satunya, sosok Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Diberitakan, sejak mundurnya Ketum PSSI Edy Rahmayadi, sejumlah nama bermunculan akan mengisi kursi pimpinan organisasi sepak bola di Indonesia. Sementara ini, muncul tiga nama yang santer akan berebut Ketum PSSI. Diantaranya, Muhaimin Iskandar, pengusaha muda Erick Thohir dan mantan Gubernu DKI Basuki Tjahaya Purnama.

Sejak mundurnya Edy Rahmayadi, kursi pimpinan PSSI sementara dipimpin Joko Diryono, sebelumnya Wakil Ketum PSSI. Edy Rahmayadi memilih mundur dalam KLB PSSI di Bali, 20 Januari lalu. Mantan Pangkostrad ini menyatakan mundur dengan sejumlah alasan. Salah satunya, rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara. Selama kepemimpinan Edy Rahmayadi, sejumlah insiden kelam sepak bola tanah air muncul. Seperti, pengeroyokan suporter hingga berujung kematian. Dan, dugaan skandal pengaturan skor. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484