Amuzacky Fakim, Unik dan Elegan dengan Kain Jumputan

20
Amuzaky Fakim. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Usianya terbilang muda, namun kiprah desainer muda Banyuwangi, Amuzacky Fakim ini cukup dikenal. Di usia 19 tahun, Zacky, panggilan akrabnya,  sudah meniti karier di dunia fashion dan sukses membangun brand Amuza.

Berbagai prestasi pun diraih. Di usianya yang terbilang muda, mampu menampilkan koleksi koleksinya dalam ajang fashion show bersama desainer ahli. Dirinya pun aktif mengikuti kegiatan fashion show dalam dan luar Banyuwangi.

Tentu hal ini tidak mudah. “ Saya ingin menunjukkan bahwa usia muda pun bisa produktif dalam karya, bisa menjadi inspirasi dan menjadi pelestari budaya,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Saat ini lewat brand Amuza, Zacky menyediakan berbagai produk fashion. Seperti blouse, kemeja, celana, dress, hijab dan aksesoris. Semuanya berbahan kain jumputan. Termasuk melayani pembuatan gaun pengantin. Bahkan dirinya pun menyediakan kain jumputan dalam bentuk lembaran.

Pria kelahiran Banyuwangi 31 Juli 1997 ini mengatakan sejatinya basic-nya mendesain dan membuat baju  ready to wear. “ Pemakaian kain jumputan ini menjadi ciri khas pada produk fashion rancangan saya,” ucap mahasiswa semester VI jurusan Seni Rupa, Unesa ini.

Boleh dibilang pemakaian bahan kain tradisional ini sudah  menjadi karakter karyanya. “ Bahan kain jumputan ini saya rasa, belum banyak yang berani pakai. Sehingga minim pesaing,” lanjutnya.

Menurutnya, selain unik, bahan kain jumputan juga memberi kesan elegan. Warna-warnanya cenderung hadir dengan warna- warna cerah. Cocok  dengan karakter dirinya. Ide dalam mendesain, selain hasil imajinasi, juga didapatkan dari internet.

Pemasaran baju baju buatannya saat ini, lebih banyak melayani permintaan online. Dari dalam maupun luar kota.  Harga, dibandrol dari Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per item.

Kebanyakan model pakaian dewasa, terutama baju wanita. Proses pengerjaan dibantu tiga tenaga kerja. Selain menyediakan baju baju ready to wear, Zacky juga melayani jasa pembuatan baju wedding.  Omzetnya lumayan. Kisaran Rp 5 hingga Rp 10 juta per bulan.

Zacky mulai menerjuni bidang desainer baju sejak duduk kelas 1 SMA.  Pengalaman di bidang desainer pakaian dipelajari secara otodidak.

Menjadi desainer di bidang fashion adalah cita citanya sejak kecil. Apalagi, menurutnya peluang usaha fashion di Banyuwangi masih terbuka lebar. “ Saya melihat perkembangan fashion di Banyuwangi mulai bagus,” ucapnya.

Meski begitu, diakuinya persaingan mulai ketat. Karena itu, menurutnya setiap desainer wajib punya ciri khas. Di samping kreativitas.  Saat ini dirinya aktif mengikuti berbagai ajang fashion show di Banyuwangi dan Surabaya. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484