Marak, Perusakan Baliho Caleg di Banyuwangi

11
Warga menunjukkan salah satu baliho caleg yang dirusak di Desa Barurejo, Siliragung, Banyuwangi. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Tensi politik di Kabupaten Banyuwangi menjelang pemilu makin memanas. Puluhan baliho calon legeslatif (caleg) dilaporkan dirusak. Beberapa rusak misterius. Tak diketahui pelakunya. Sisanya, ditemukan pelaku dan saksinya. Aksi perusakan alat peraga kampanye ini diterima Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi, Senin (11/2).

Sedikitnya, dua caleg yang melaporkan perusakan baliho ini. Tim sukses caleg DPR RI dari PDIP, Banyu Biru Djarot melaporkan sedikitnya 59 baliho calegnya dirusak. “ Yang kita temukan 59 baliho dirusak. Namun, baru satu yang kita temukan pelakunya. Akhirnya, kita melapor ke Bawaslu,” kata Suburiyanto, Ketua Tim Sukses Caleg DPR RI Banyuwangi dapil 4 Banyuwangi.

Dalam laporanya, kader PDIP ini menyertakan bukti rekaman dan foto baliho yang dirusak. Satu baliho berukuran besar ditemukan tercabut, lalu dibuang. “Kita tahu pelakunya. Saksi juga siap,” jelasnya.

Perusakan baliho itu ditemukan, Rabu (6/2) dini hari lalu di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Menurutnya, perusakan baliho caleg ini bukan kali pertama. Sebelumnya, baliho yang terpasang mendadak tercabut, dibuang ke semak-semak. Dari sekian baliho yang dirusak, paling banyak ditemukan di Kecamatan Siliragung.

Selain dapil 4 (enam kecamatan), perusakan baliho juga ditemukan di dapil 3. Kerusakan, kata Suburiyanto, rata-rata disilet di bagian foto caleg. Ada juga yang diambil, disisakan kerangka. “ Kami meminta Bawaslu mengusut kejadian ini. Terutama, yang sudah kami lampirkan bukti pelakunya,” tegas Suburiyanto.

Laporan perusakan baliho caleg juga dilaporkan, Moh. Kojin, caleg PKB dapil 4 Banyuwangi. Pria ini mengaku tiga lembar balihonya dicabut, dirusak dan dibuang. Lokasinya, di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. “Tiga APK kami dicabut, dibuang ke sungai,” jelasnya. Padahal, baliho tersebut baru terpasang tiga hari. Sebelumnya juga dirusak, lalu diperbaiki.

Menurut Muhkozin, pihaknya terpaksa melapor ke Bawaslu agar kejadian diusut tuntas. “ Kami memiliki saksi dan bukti. Baliho kami dirusak dan dibuang ke sungai,” jelasnya. Seluruh baliho miliknya yang dirusak buatan sendiri. Bukan APK yang difasilitasi KPUD. Baliho tersebut dicabut sekitar pukul 01.00 WIB, lalu dibuang oleh pelaku. Yang aneh, hanya baliho di lokasi yanh dirusak. “ Kami bukan melihat nilai materialnya, tapi ini sudah masuk penghinaan,” imbuhnya.

Koordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi, Anang Lukman membenarkan laporan tersebut. Pihaknya akan menggelar pleno terkait laporan itu. Lalu, dilakukan pengkajian. “ Kita akan lihat, apakah masuk pidana atau pelanggaran pemilu,” tegasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484