Musim Hujan, Kasus DB Bermunculan

3
Petugas jumantik mengecak jentik nyamuk di salah satu warga di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, belum lama ini. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Musimhujan mulai mengganggu kesehatan warga di Kabupaten Banyuwangi. Sejak dua bulan terakhir, kasus demam berdarah (DB) terus bermunculan. Total, sudah menembus 32 kasus. Meski belum ada korban jiwa, Dinas Kesehatan setempat memberikan sinyal siaga DB. Salah satunya, gerakan membasmi jentik nyamuk secara massal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkeas) Kabupaten Banyuwangi, dr. Wiji Lestariono mengatakan di musim penghujan DB menjadi penyakit musiman. Menurutnya, telah ditemukan 22 kasus DB pada bulan Januari, dan Februari muncul 10 kasus DB.  “Total ada 32 kasus DB di Banyuwangi selama dua bulan ini. Jumlah ini lebih rendah dari kasus tahun lalu sebanyak 38 kasus DB,” kata dr. Rio, Rabu (13/2).

Jumlah tersebut, lanjutnya, hasil laporan rumah sakit yang ada di Banyuwangi. Setiap ditemukan pasien DB, RS wajib melaporkan kepada Dinkes. “Rata-rata pasien menjalani rawat inap selama 3-5 hari dengan tingkat kesembuhan 100 persen. Kami berharap jumlah ini tidak akan bertambah,”imbuhnya.

Pihaknya mengajak masyarakat menghindari serangan DB dengan aktif memberantas jentik nyamuk. Menurutnya, penularan DB terjadi karena gigitan nyamuk aedes agepty. Sehingga, untuk menghindarinya dengan menghilangkan terjadinya penetasan jentik nyamuk tersebut. Salah satunya, lewat gerakan menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, tempat penampungan air minum, pot bunga.

Lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DB. “Lalu, bisa dengan berbagai pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamun, menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya. Ini semua sangat butuh peran aktif dari setiap warga,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada warga, termasuk melibatkan kader PKK di setiap kelurahan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu di dasawisma. “Kami juga mengintensifkan pemeriksaan jentik berkala oleh petugas puskesmas. Seperti monitoring cek jentik satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik),” tegasnya. Mereka, kata Rio, juga melibatkan anak sekolah sebagai jumantik cilik untuk mengecek jentik di sekolah dan di rumahnya masing-masing. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk edukasi. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484