Ponsel Sitaan Napi Ditenggelamkan ke Aquarium

11
Petugas Lapas Banyuwangi menenggelamkan ponsel hasil razia dari kamar napi ke aquarium, Rabu (20/2). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Banyuwangi memiliki cara unik memberikan efek jera ke warga binaan yang nekad membawa telepon selular (ponsel). Ponsel yang ditemukan di kamar napi langsung disita, kemudian ditenggelamkan ke aquarium Lapas yang terpasang di ruang depan. Tujuannya, para napi bisa melihat ponsel yang masih utuh dari hasil sitaan.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Lapas Banyuwangi Sunaryo mengatakan pihaknya secara rutin melakukan razia benda berbahaya di kamar para warga binaan. Hasilnya, tetap saja ditemukan ponsel dan benda terlarang lainnya. Seperti dilakukan, Rabu (20/2) pagi. Petugas merazia seluruh blok kamar tahanan. Hasilnya, ditemukan empat ponsel, charger ponsel, kabel data, baterai  hingga speaker. “ Khusus ponsel yang kita sita, langsung kita tenggelamkan di aquarium depan. Sehingga, ada efek jera dari para warga binaan,” kata Sunarto usai memimpin razia.

Menurut Sunaryo, pihaknya sengaja tak memusnahkan ponsel yang disita. Namun, menenggelamkannya ke aquarium. Sebab, dipastikan akan rusak. Namun, barangnya masih bisa dilihat para warga binaan. Selain ponsel dan perangkatnya, razia juga mengamankan belasan benda berbahaya. Seperti, pisau pemoting, gilet, gunting, sendok, tang hingga obeng. Khusus peralatan ini, langsung dimusnahkan usai razia. “ Selain ponsel, langsung kita musnahkan di halaman. Benda-benda itu berbahaya jika disimpan di kamar napi,” jelas pejabat yang sehari-harinya menjabat Kasi Pembinaan Lapas Banyuwangi ini.

Ditambahkan, razia blok napi ini merupakan agenda rutin. Targetnya, mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya. Salah satunya, narkoba. Karena itu, razia selalu menyasar seluruh barang yang disimpan para warga binaan. Tak hanya tas atau almari, petugas juga mengobok-obok, tempat sampah di sekitar kamar tahanan. Muncul kecurigaan, ada barang berbahaya yang dibuang ke tempat sampah.

Sunaryo menambahkan, sebelum razia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke para warga binaan. Karena itu, bagi warga binaan yang kedapatan menyimpan barang terlarang akan diberikan sanksi. “Aturan sanksi sudah ada sesuai Peraturan Menkum dan HAM No.6/2013. Sanksinya bervariasi. Salah satunya, penenmpatan di ruang isolasi,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484