Cinlok, Pasangan Napi Menikah di Lapas

9
Pasangan napi menikah di Lembaga Pemasyarakatan Banyuwangi, Jumat (22/2). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Hidup di balik jeruji besi, tak membuat sepasang kekasih di Banyuwangi patah semangat. Keduanya, memilih menikah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi, Jumat (22/2) sore. Yang unik, pesta pernikahan dibuat meriah, layaknya di rumah.

Pasangan itu, Hadi Purnomo (37), warga Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi dan Febrina Eka Kristanti (27), warga Desa Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Layaknya pengantin umum, keduanya dihias rapi. Hiburan dangdut digelar. Puluhan perwakilan kedua keluarga ikut hadir. Lapas Banyuwangi layaknya punya gawe pengantin. Isak tangis keluarga pecah ketika penghulu mengesahkan pasangan pengantin tersebut. “ Karena kami sudah sama-sama cocok, setelah kenal enam bulan di Lapas, akhirnya memutuskan menikah, meski saya belum bebas,” kata Hadi Purnomo, usai akad nikah.

Pria yang divonis 5 tahun penjara dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini kenal dengan istrinya ketika sering mengikuti pengajian Lapas. Kebetulan, Febrina Eka Kristanti juga menjadi napi dalam kasus narkoba. Divonis penjara 4,2 tahun. Namun, wanita ini lebih dulu bebas bersyarat, Oktober 2018. “ Sebelum bebas, kami memang sudah sepakat menikah. Akhirnya, kita langsung di Lapas,” tutur Febrina.

Bagaimana dengan bulan madu ? Pasangan muda ini  sepakat menunggu bebas sepenuhnya untuk menjalani keluarga. “ Saya tak sampai dua tahun bebas. Biarkan istri saya yang mengurus keluarga dulu di rumah,” kata Hadi Purnomo. Dia mengakui hubungan asmara ini muncul lantaran cinta lokasi (cinlok) selama bertemu di Lapas.

Kepala Lapas kelas II B Banyuwangi Ketut Akbat Herry Achyar mengatakan pihaknya sudah enam kali menikahkan pasangan napi di Lapas. Namun, baru kali ini yang diisi dengan resepsi keluarga. “ Ini menjadi momen bertemunya warga binaan sambil memberikan ucapan selamat pernikahan,” jelasnya.

Selama resepsi, pengamanan dibuat lebih ketat. Ditambahkan, seluruh acara resepsi ditangani warga binaan. Mulai acara, pentas musik, hingga riasan pengantin. “ Ini juga hasil kreativitas warga binaan yang mampu membuat inisiatif acara. Termasuk, musik yang dimainkan warga binaan,” tegasnya. Kegiatan ini, kata dia, menjadi bagian memberikan kreativitas ke warga binaan. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484