Sehari, Delapan Pengepul BBM Bersubsidi Ditangkap

11
Barang bukti premium bersubsidi yang disita dari para pelaku pengepul ilegal dimankan ke Polres Banyuwangi, Sabtu (23/2). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Murahnya harga BBM jenis premium dimanfaatkan sejumlah warga di Banyuwangi melakukan praktik curang. Mereka menjadi pengepul BBM bersubsidi itu untuk meraup keuntungan. Praktik ilegal itu berhasil dibongkar Satuan Reskrim Polres Banyuwangi, Sabtu (23/2) siang hingga malam. Delapan pelaku berhasil ditangkap, berikut barang bukti. Seluruhnya warga asli Banyuwangi.

Kedelapan pelaku masing-masing, Titis Fitriyono (34), warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Muhamad Ali Shodikin (24), warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Mispan (48), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Aris Priakin (26), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Priambudi (38), warga Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Anang Makruf (27), warga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Frendi Artasa (25), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan Nanok Wariyanto (27), warga Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo.

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan kendaraan roda empat, jenis mobil pribadi dan pick up. Modusnya, mereka membeli premium dengan memenuhi tanki kendaraan yang dipakai. Lalu, dijual kembali ke pengecer. Di tangki kendaraan, terpasang pipa untuk mengalirkan premium ke juriken. Yang menarik, kedelapan pelaku ditangkap dalam satu lokasi SPBU di Kecamatan Pesanggaran. “ Penangkapan ini berawal dari penyelidikan anggota di lapangan,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista, Minggu (24/2).

Polisi, kata Panji, harus mengintai secara maraton untuk menyergap para pelaku. Dimulai pukul 13.00 WIB, penyergapan berlanjut hingga malam hari. Dari tangan pelaku, diamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, kendaraan yang dipakai dan sejumlah juriken berisi premium. “ Jadi, para pelaku membeli premium,mengisi penuh tangki kendaraan. Lalu, dijual lagi ke pengecer,” jelasnya. Dari aksi ini, para pelaku mendapat keuntungan beragam. Ada yang Rp 88.000 per hari. Ada juga yang Rp 50.000 per hari.

Sehari, pelaku bisa kembali dua kali ke SPBU untuk berburu premium. Seperti dilakukan Mispan dan Aris Priakin. Keduanya memodifikasi tangki kendaraan. Premium yang dibeli, kemudian dialirkan ke juriken. Lalu, dijual ke pengecer. Akibat ulah para pelaku, negara cukup dirugikan. Sebab, mereka tak memiliki izin melakukan penjualan premium bersubsidi. Bersama barang bukti, para pelaku diamankan ke Polres Banyuwangi. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 53 huruf d UU No.22/2001 tentang Migas. “ Ancamannya, penjara 3 tahun dan denda Rp 40 juta,” pungkas Panji. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484