Diduga Reses Sambil Kampanye, Anggota DPRD Dilaporkan ke Bawaslu

11
Bawaslu Banyuwangi menggelar sidang dugaan pelanggaran kampanye. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Masa kampanye, para calon legeslatif (caleg) incumbent  harus berhati-hati menjalani masa reses. Salah sedikit, bisa berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Seperti dialami salah satu anggota DPRD Banyuwangi yang juga caleg petahana dari Dapil III Banyuwangi, Punjul Ismuwardoyo. Politisi Hanura ini dilaporkan ke Bawaslu Banyuwangi lantaran diduga memanfaatkan reses untuk berkampanye. Laporan ini langsung disidang oleh Bawaslu.

Dugaan pelanggaran kampanye ini dibongkar Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Muncar, Aries Sumartadi. Menurutnya, caleg petahana dari partai Hanura menggelar reses di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, 10 Februari lalu. “ Saat reses, ternyata ada unsur kampanye. Seperti minta doa restu pencalegan dan menyebut nomor urut hingga nomor partainya,” kata Aries Sumartadi, Selasa (26/2).

Laporan Panwascam ini dilayangkan ke Bawaslu, Jumat (22/2) lalu. Bawaslu melanjutkan laporan tersebut melalui sidang pendahuluan hingga pemeriksaan, terlapor dan pelapor.

Menurut Aries, pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan terkait reses dari panitia penyelenggara sebelum kegiatan digelar. Pihaknya juga mengimbau agar reses tak digunakan berkampanye. “ Tapi, kita temukan ada unsur kampanye saat reses,” tegasnya.

Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi Anang Lukman mengatakan begitu mendapat laporan, pihaknya mengkaji dengan teliti. Laporan itu dijadikan temuan. Sebab, pelapornya Panwascam sendiri. “ Sidang perdana sudah kita gelar. Selanjutnya, kita gelar sidang lanjutan untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Lalu, apa komentar Punjul ? Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi ini menampik dikatakan menggunakan masa reses untuk berkampanye. Namun, dia tak menampik saat reses meminta doa restu kepada warga untuk melanjutkan pengabdian. “ Karena saya akan maju lagi, di akhir reses saya minta doa restu dan memastikan ke warga tetap di partai Hanura. Menurut pemahaman kami, itu bukan kampanye, sebab tak ada unsur mengajak mencoblos,” tegasnya, Selasa (26/2).

Jika dipahami beda oleh Panwascam, pihaknya siap memberikan klarifikasi ke Bawaslu. “Saya akan hadir untuk memberikan klarifikasi. Jika memang dimaknai ada unsur kampanye, saya minta maaf,” pungkas pria yang juga penggiat seni ini. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484