Komnas HAM Pantau Konflik Agraria di Banyuwangi

12
Ratusan petani bersama Komnas HAM mengikuti deklarasi Serikat Petani di Banyuwangi, Selasa (5/3). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Tingginya konflik agraria di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi menarik perhatian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI. Lembaga ini turun langsung ke Bumi Blambangan untuk memantau penyebab konflik tersebut, termasuk solusinya. Salah satu kasus yang mendapatkan sorotan adalah sengketa lahan petani di Desa Bongkoran, Kecamatan Wongsorejo.

Di Jawa Timur, Komnas HAM mencatat sedikitnya 39 kasus sengketa pertanahan mencuat. Dari jumlah ini, terbesar berada di kawasan Tapalkuda (Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo), Blitar dan Kediri. “ Terbanyak kita temukan laporan di kawasan Tapalkuda. Khusus Banyuwangi, kita sedang pantau sengketa lahan petani dengan perkebunan,” kata Komisioner Komnas ham, Beka Ulung Haskara usai mengkuti deklarasi Serikat Petani Banyuwangi (Sertawangi), Selasa (5/3).

Pejabat ini menjelaskan, penyelesaikan konflik agraria menjadi fokus utama dari empat persoalan utama yang ditangani Komnas HAM di tahun 2019. Alasannya, kata Beka, konflik agrarian banyak melibatkan masyarakat. Khususnya petani. Apalagi, pemerintahan Jokowi sangat konsen dengan reforma agrarian. “Karena itu, kami membuka laporan seluas-luasnya  dari masyarakat terkait konflik agraria. Kami akan bantu sekuat tenaga untuk menyelesaikan,” jelasnya.

Hingga tahun 2018, lanjut dia, dari 700 kasus agrarian, sekitar 200-300 sengketa berhasil diselesaikan. Proses penyelesaikan, lanjutnya, membutuhkan waktu panjang. Sebab, sengketa agrarian melibatkan banyak lembaga. Selama ini, konflik kebanyakan antara petani dengan lembaga BUMN, perkebunan atau lembaga swasta. Pihaknya juga mendorong setiap Pemkab segera membentuk Gugus Tugas Reforma Agraris (GTRA) sebagai implementasi Perpres 86/2018 tentang Reformasi Agraria. “ Perpres ini menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan beragam konflik agraria ini,” pungkasnya.

Tokoh Banyuwangi, Sonny T. Danaparamita berharap perjuangan petani di Banyuwangi tak pernah kendur dalam menyelesaikan sengketa agrarian. “ Dengan hadirnya Komnas HAM, perjuangan kita harus semakin kompak,” tegasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484