Ogoh-ogoh Mini jadi Peluang Bisnis

38
Ogoh-ogoh mini yang menjadi peluang bisnis. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – NYEPI, identik dengan pawai Ogoh-ogoh. Di Banyuwangi, pawai Ogoh-ogoh juga digelar di sejumlah tempat, terutama kawasan masyarakat Hindu di Banyuwangi selatan. Tradisi ini ternyata menjadi peluang bisnis baru. Salah satunya, maraknya penjual Ogoh-ogoh mini.

Dua tahun belakangan, di kawasan Banyuwangi selatan, Ogoh-ogoh mini mulai tren. Biasanya,  dipajang  di tepi tepi jalan di kawasan ramai. Kawasan Purwoharjo salah satunya. Gatot, satu satunya pedagang Ogoh-ogoh mini yang sudah dua tahun rutin berjualan.  “ Dua Minggu sebelum Nyepi saya sudah berjualan,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Gatot berjualan Ogoh-ogoh mini sejak dua tahun belakangan. Namun, ketika jelang Nyepi. Boleh dibilang momen tahunan. Dibanding tahun lalu, tahun ini dirinya tak banyak mendatangkan stok Ogoh-ogoh mini. “ Tahun lalu, sampai ribuan, kalau tahun ini hanya 500 item,” ungkapnya.

Hal ini bukan akibat sepinya permintaan, tapi keterbatasan modal. Tahun ini, dirinya hanya bermodal Rp 6 juta. Gatot mendatangkan stok Ogoh-ogoh mini dari Klungkung, Bali. Di rumahnya di Desa  Bangorejo, penuh dengan stok Ogoh-ogoh. Selain datangkan dari Bali, sebagian dia bikin sendiri. Menurutnya, untuk membuat Ogoh-ogoh mini lebih rumit. Karena itu, harganya tidak murah.

 Ogoh-ogoh mini ini berbahan busa. Dibuat mirip Ogoh- ogoh aslinya. Berukuran dari 15 cm hinga satu meter. Harga tergantung ukuran. Dari Rp 60.000 hingga Rp 225.000. “Yang paling laris Ogoh-ogoh yang ada lampunya, sehingga lebih hidup,” ucapnya.

Puncak penjualan Ogoh-ogoh mini ini, kata Gatot jelang malam Nyepi dan setelah pawai Ogoh-ogoh. Peminatnya kebanyakan anak anak. Dari usaha ini, untungnya lumayan. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484