Cukur “Petal” Puluhan Siswa, Oknum Guru SD Dilaporkan ke Polsek

14
Puluhan siswa SD didampingi orang tua melapor ke Polsek Rogojampi, Senin (11/3), setelah dihukum cukur rambut. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Dunia pendidikan di Banyuwangi geger. Sebanyak 20 siswa SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, menjadi korban hukuman cukur rambut. Pelakunya, oknum guru olahraga berstatus honorer. Tak terima dengan kejadian ini, puluhan wali murid  melapor ke Polsek Rogojampi, Senin (11/3).

Kedatangan wali murid ini juga membawa anak masing-masing. Tiba di Mapolsek, mereka langsung melakukan pelaporan resmi. Oknum guru, Ar, dituding bertanggungjawab terhadap insiden pencukuran rambut siswa tersebut. Apalagi, cukurannya tak rapi, dibuat petal. Parahnya, yang mencukur justru pelatih silat. “ Anak-anak kami trauma, tak mau sekolah karena malu cukuran rambutnya petal,” kata Siti Maskanah, salah satu wali murid.

Wanita ini menuturkan, hukuman cukur rambut itu terjadi, Jumat (8/3) sore. Kala itu, puluhan siswa, mulai kelas 3-6, mengikuti latihan pencak silat di sekolah. Kegiatan ini dipimpin oknum guru olahraga, Ar. “ Itu latihan kedua, pertama latihan para siswa disuruh cukur pendek. Semuanya sudah melakukan. Tapi, saat latihan lagi, katanya rambut kurang pendek. Akhirnya dicukur petal ini,” jelas Maskanah.

Usai dicukur tak rapi, para siswa pulang. Mereka kompak menangis. Bahkan, ada salah satu siswa yang terluka akibat cukuran tersebut. Para orang tua sempat kaget dengan kejadian ini.  Emosi mereka meluap ketika para siswa enggan masuk sekolah lantaran trauma dan malu “ Ini yang membuat kami bingung. Psikologis anak-anak terganggu dengan kejadian ini,” keluhnya.

Akhirnya, para wali murid sepakat membawa kejadian ini ke proses hukum. Apalagi, pihak oknum guru honorer tersebut belum ada itikad baik meminta maaf ke wali murid. Pihaknya berharap, kasus ini bisa diusut tuntas kepolisian.

Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setyabudi membenarkan laporan tersebut. Dia mengaku masih mendalami kejadian ini. “ Memang ada laporan, kami akan dalami dulu. Sejumlah siswa sudah kita mintai keterangan, termasuk wali murid,” jelasnya.

Kepala SDN 2 Patoman, Muhammad Badir membenarkan di sekolahnya terdapat esktra kurikuler silat. Namun, pihaknya membantah menyuruh memberikan hukuman cukur rambut. “ Kalau soal cukur rambut itu, di luar wewenang kami,” tegasnya.

Akibat kejadian ini, pihaknya langsung memberikan sanksi skorsing kepada oknum guru olahraga tersebut. Sanksi selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan Banyuwangi. Sementara itu, oknum guru, Ar enggan berkomentar terkait kejadian ini. Dia memilih bungkam saat ditemui sejumlah wartawan. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484