Rawan Dikorupsi, Kejaksaan Dampingi Penggunaan BOS

34
Kejaksaan Negeri Banyuwangi memberikan pendampingan terkait penggunaan dana BOS, Selasa (12/3). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Kejaksaan Negeri Banyuwangi terus unjuk gigi mengawasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Terbaru, mereka menyasar jajaran Kepala SMA/SMK se-Banyuwangi, Selasa (12/3). Aksi ini mengantisipasi penggunaan dana BOS yang rawan korupsi dan penyimpangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi melalui Kasi Intel Bagus Adi Saputra mengatakan penggunaan dana BOS cukup rawan terjadi penyimpangan. Apalagi, masalah penggunaanya jauh lebih kompleks dibandingkan tingkat PAUD. “ Para kepala sekolah ini menjadi sasaran penerbit dan oknum LSM, memasukkan produk buku secara paksa ke sekolah,” kata Bagus usai pertemuan dengan perwakilan Kepala SMA/SMK, Selasa siang.

Dijelaskan, sejumlah oknum tersebut membuat kepala sekolah kelimpungan. Sebab, jika tak dipenuhi, muncul ancaman akan melapor ke Kejaksaan. “ Jadi, oknum –oknum tersebut berafiliasi dengan penerbit. Modusnya, menakut-nakuti,” jelasnya. Karena itu, pihaknya mengajak para kepala sekolah merapatkan barisan. Membuat pengawasan terpadu penggunaan dana BOS. Sehingga, muncul transparansi, Penggunaanya sesuai peruntukkan. Tak melanggar aturan.

Menurut Bagus, banyak kepala sekolah yang belum memahami betul penggunaan dana BOS. Sehingga, cukup rawan korupsi. Belum lagi muncul gangguan dari oknum-oknum tak bertanggungjawab. “Ini yang memicu masalah. Penggunaan dana BOS tak sesuai petunjuk teknis (juknis) lantaran ada tekanan,” imbuhnya.

Terkait pendampingan dari Kejaksaan, lanjut Bagus, pihaknya akan mengajak para kepala sekolah tertib penggunaan anggaran. Nantinya, tertib anggaran ini akan ditunjukkan dalam festival anggaran dari perwakilan sekolah. Total SMA/SMK di Banyuwangi sebanyak 136 sekolah negeri dan swasta.

Dari jumlah ini, pihaknya mengajak para kepala sekolah bisa sinergi dengan Kejaksaan dalam penggunaan dana BOS. Bagus memastikan, pendampingan dan pengawasan anggaran BOS ini akan terus menyasar sekolah di Banyuwangi. Mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. “ Harapannya, penggunaan anggaran BOS bisa berkualitas, sesuai juknis,” pungkasnya.

Kepala SMAN Ihya Ulumudin, Singojuruh Gatot Kurnianta menyambut baik pendampingan dari Kejaksaan. Sebab, pihaknya akan memiliki patokan jelas dalam penggunaan anggaran BOS. “ Ini sangat bagus dan memberikan rasa aman bagi para kepala sekolah,” ujarnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484