Dipantau Kejaksaan, Diknas Evaluasi Penggunaan BOP

37
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiono. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Gencarnya Kejaksaan Negeri Banyuwangi memantau penggunaan Biaya Operarsonal Pendidikan (BOP) membuat Dinas Pendidikan (Diknas) Banyuwangi mulai merapatkan barisan. Penggunaan dana BOP dievaluasi ketat. Khususnya, menghindari pengkondisian pengadaan buku dan perangkat pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiono mengatakan pihaknya mendukung penuh jika Kejaksaan melakukan pendampingan terhadap penggunaan BOP di setiap sekolah. Menurutnya, BOP dilakukan swakelola oleh masing-masing sekolah. Karena itu, anggarannya ditransfer langsung ke rekening sekolah. “ Jadi, penggunaan BOP itu otoritas sekolah. Tapi, ada petunjuk teknis dan pelaksanaan. Kami tidak ada intervensi,” kata Sulihtiono, Kamis (21/3).

Menurutnya, dengan pendampingan Kejaksaan, para kepala sekolah akan tahu mekanisme penggunaan BOP dengan benar. Mulai perencanaan, pembeliaan hingga pertanggungjawabannya. Pihaknya juga mendukung jika Kejaksaan menggelar festival anggaran untuk transparansi pengunaan BOP.

Terkait pengkondisian proyek penggunaan BOP, lanjut Sulihtiono, pihaknya berdalih tak tahu menahu. Sebab, penggunaan anggaran BOP murni dikelola sekolah. “Bisa jadi ada yang mengaku oknum Dinas atau lembaga lain. Kami tidak tahu itu. Yang jelas, penggunaan BOP akan kami evaluasi di lapangan,” tegasnya lagi.

Pihaknya, lanjut Sulihtiono, setIap tahun rutin memberikan edaran ke sekolah untuk penggunaan dana BOP. Setiap sekolah diminta menyusun secara matang penggunaan dana BOP. “ Yang tahu kebutuhan sekolah, ya sekolah itu sendiri. Tapi, sudah ada petunjuk teknisnya,” imbuhnya. Selama ini, penggunaan anggaran BOP ditekankan secara terbuka, tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Banyuwangi gencar melakukan pendampingan penggunana dana BOP ke sekolah. Mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA/SMK. Pendampingan ini menyusul banyaknya indikasi penyimpangan dana BOP. Terutama, dalam pengadaan buku dan perangkat sekolah. Dalam praktinya, pengadaan buku terjadi praktik pengkondisian, melibatkan oknum. Dampaknya, kualitas buku dan perangkat sekolah jauh dari sasaran. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484