Jam Mengajar Sering Kosong, Wali Murid Protes ke Sekolah

82
Sejumlah wali murid mendatangi SMPN 2 Banyuwangi memprotes sering kosongnya jam belajar mengajar, Sabtu (23/3). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi bergejolak lagi. Gara-gara jam belajar mengajar sering kosong, sejumlah wali murid SMPN 2 Banyuwangi menggelar protes ke sekolah setempat, Sabtu (23/3). Mereka mendesak pengelola sekolah menghapus jam pelajaran yang sering kosong. Apalagi, mendekati ujian akhir semester.

Salah satu wali murid, Lisa Indriani mengatakan seringnya jam kosong mengajar ini sudah terjadi sejak Januari 2019. Hampir setiap hari, kata dia, selalu ada jam kosong. Siswa tak diberikan kegiatan belajar mengajar. Hanya, diberikan tugas. Bahkan, ada oknum guru kelas 7 yang hanya absen. Namun, tak masuk kelas untuk mengajar. “ Jadi, kami resah. Anak-anak kami mengadu sering ada jam kosong. Padahal, siswa masuk terus,” kata Lisa.

Yang memprihatinkan lagi, gara-gara seringnya jam kosong, siswa akhirnya berkeliaran di sekitar sekolah. Tentunya, kata Lisa, sangat memprihatinkan. Karena itu, bersama wali murid, pihaknya sepakat mengajukan tuntutan ke pihak sekolah. “ Kami mendesak, jam kosong ditiadakan. Kepala sekolah juga harus hadir untuk memberikan solusi,” tegasnya.

Baru kali ini, lanjut Lisa, jam kosong belajar mengajar sering dialami siswa. Pihaknya sengaja mendatangi sekolah karena sudah mendekati ujian akhir semester. “ Kalau kelas 9, kami memahami karena sudah selesai mata pelajaran. Tapi, kalau kelas 7 dan 8 kan sudah dekat ujian akhir,” pungkasnya.

Kepala SMPN 2 Banyuwangi Subiyantoro membantah jam belajar mengajar sering kosong. Namun, para guru tetap bertanggungjawab memberikan tugas ke para siswa. Dia mengakui, kondisi ini lantaran kekurangan tenaga pengajar. “ Empat tenaga guru kami pensiun. Tiga diangkat menjadi PNS. Jadi, kekurangan tenaga pengajar,” kata Subiyantoro.

Terkait kejadian ini, pihaknya sudah meminta tenaga pengajar pengganti. Namun, baru tiga tenaga guru honorer yang diperbolehkan. Sehingga, tetap kekurangan tenaga pengajar. “ Kami hanya bisa mengajukan. Keputusan tetap di Dinas Pendidikan,” kelitnya.

Menyikapi protes wali murid, pihaknya memastikan akan memaksimalkan tenaga yang ada untuk menghindari jam kosong. Selama ini, lanjut dia, jam kosong juga dipicu para guru yang kerap tugas ke luar daerah. Saat ini, jumlah tenaga pengajar hanya sekitar 42 orang. Jumlah kelas 24, masing-masing 32 siswa. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484