Kopdar Panaba “Sehari Jadi Master”, Bongkar Rahasia Sukses Petani Naga

15
Master buah naga Edi Purwoko. (foto/bb/tin)

Pesanggaran (BisnisBanyuwangi.co.id) – “SUKSES berawal dari mimpi,” kata master buah naga Edi Purwoko ketika membuka sesi pembicara dalam Kopdar “Sehari Jadi Master”, yang digagas Paguyuban Petani Buah Naga, di RM. Rojo Nogo, Pesanggaran, belum lama ini.

Dikatakan Edi Purwoko petani buah naga harus bisa berpikir maju. Selain bekerja keras harus bisa bekerja cerdas. Dalam Kopdar ini, berbagai masalah petani buah naga dibedah. Dari  masalah teknis seputar budidaya buah naga sampai masalah permodalan. Menghadirkan pembicara para praktisi buah naga. Salah satu peserta bertanya, berapa luas lahan tanam untuk mendapat satu unit mobil terbaru.

Diakui Edi, jika proses budidaya dimaksimalkan, hasil panen buah naga cukup menggiurkan. Bahkan tak harus punya lahan luas untuk membeli satu mobil mewah. “Minimal tanam satu hektar lahan sudah bisa dapat mobil baru,” ungkap Edi yang sukses membeli mobil terbaru dari hasil bertanam buah naga.

Menurut pria yang kerap diundang menjadi pembicara di berbagai kota ini, terkait sejarah buah naga, sebelum di Banyuwangi buah naga dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia seperti di Batam  dan Sumatera.  Di awal masa tanam, buah naga tergolong jenis tanaman mudah dikembangkan. Tapi seiring waktu banyak masalah muncul.

Salah satunya serangan cacar.  Cacar menyerang di tahun ketiga dan keempat yang sudah terapkan buah naga secara kebut. “Di Banyuwangi seharusnya sudah musnah. Tapi karena petani Banyuwangi inovatif, sehingga tanaman buah naga masih bertahan,” ucapnya.

Kata Edi, cacar menyerang batang terlemah dari buah naga, yakni batang muda dan buah muda. “Cara mengatasi sembuhkan dan cegah,” ucapnya. Penanganan cacar tak bisa langsung selesai, tapi perlu treatment rutin dan tepat sasaran.

Cara maksimalkan hasil buah naga, kata Edi, bisa pakai sistem lampu. Waktu tepat mulai menyalakan lampu di bulan dua. “Tapi tak perlu 20 hari. Nyala 5 hari kalo sudah ada gejala muncul bunga lampu bisa dimatikan,” ucapnya.

Menyalakan lampu  paling baik, mulai pukul 00.00 WIB sampai pagi. Minimal 4 jam, maksimal 5 jam. Makin besar watt makin cepat. Maksimal 15 watt. Paling baik pemasangan lampu di antara tanaman buah naga. Lampu efektif jenis spiral.

Cara mengantisipasi tanaman yang berbuah lebat di awal, tapi selanjutnya nihil, tanaman perlu diistirahatkan. “Jika sudah banyak, tiga tingkat istirahatkan selama 15 hari sampai satu bulan. Buah naga akan kembali fresh seperti di awal,” ucapnya. Syaranya, lanjut dia, setelah buah dipetik, tanaman dipupuk lagi, air harus maksimal.

Edi mengatakan buah naga tanaman paling rakus dengan unsur hara. Buah naga tanaman yang mampu bertahan hingga 25 tahun.  Pembenahan tanah sangat dibutuhkan buah naga. Cara pemupukan,  maksimal ketika mau keluar bunga.Pemupukan terbaik dengan dikocor. Ibaratnya, langsung dicerna tanaman.

Pemupukan dalam jumlah banyak dilakukan pada saat mau menghidupkan lampu. Setelah pemupukan  terjadi pembusukan akar, diharapkan muncul serabut akar baru. Saat lampu dihidupkan tanaman bisa semi.  Per tiang  perlu pupuk 1 kilogram, target bisa panen 20 kilogram buah naga per tiyang.

Pemupukan yang tepat, khusus tanaman yang dilampu harus di-refresh sekali dalam setahun pada bulan 9 dan 10 . Tanaman yang tak dilampu proses refresh bisa di bulan 4 dan 5. “Caranya dengan diberikan Urea. Tanpa Urea tanaman bisa stres, “ pungkasnya. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484