Workshop Peningkatan Profesionalisme dan Kualitas SDM Penyiaran

21
(foto/bb/tin).

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Seiring Perkembangan zaman, dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, media dituntut harus bisa menyesuaikan di era multiplatform. Untuk itu, perlunya peningkatan profesionalisme SDM penyiaran sebagai garansi kualitas siaran yang berdaya jual tinggi.

Media mempunyai kemampuan adaftif yang tinggi. Sehingga  apapun yang berubah mereka cepat berubah. Berbeda dengan konsumen radio atau pendengar radio. Upaya peningkatan kapasitas SDM, penyiaran radio diharapkan dapat menjaga konsumen radio atau pendengar radio, agar tak terkena dampak dari perkembangan teknologi ini. Hal tersebut dikatakan Plt. Kadiskominfo & Persandian Kab. Banyuwangi Budi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Persandian Kabupaten Banyuwangi sebagai pengelola lembaga penyiaran publik lokal dan sebagai pembina sekaligus mitra lembaga penyiaran swasta menggelar workshop sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepenyiaran di Kabupaten Banyuwangi.

Workshop yang digelar Kmis, (2/5) di Sahid Osing Hotel ini diikuti 11 awak radio yang tergabung dalam Jaringan Radio Siaran Banyuwangi (JRSB) se-Banyuwangi. Menghadirkan pembicara Rudi Hartono dari Suara Surabaya.

Dikatakan Budi, adanya Workshop Peningkatan Profesionalisme dan Kualitas SDM Penyiaran ini diharapkan pengelola dan awak radio yang tergabung di JRSB Kabupaten Banyuwangi bisa membangun Banyuwangi melalui radio sesuai kapasitas dan segmen masing-masing.

Yakni bagaimana agar praktisi radio ini bisa memberi informasi, hiburan dan wawasan untuk masyarakat Banyuwangi di era digital. “Apa yang bisa dilakukan seiring tren radio di era digital. Mengingat, disadari atau tidak, pendengar radio mengalami penurunan. Ini perlu kiat dan strategi  agar usaha penyiaran tetap eksis,” ucapnya.

Tren penggunaan digitalisasi ini terus meningkat. Tapi sebenarnya masih ada segmen yang masih cukup besar. “Katakanlah, di Indonesia, penggunaan internet di angka 63% dari jumlah penduduk. Jika di-convert Banyuwangi, masih ada 700.000 penduduk Banyuwangi yang tak menggunakan internet. Inilah segmen kita bidik,” pungkasnya. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484