Demi Tingkatkan Hasil, Petani Semangka Mulai Garap Produk Turunan

14
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ikut Panen Semangka di Dusun Umbulharjo Desa Bangorejo Kecamatan Srono

Srono (bisnisbanyuwangi.co.id) – Semangka masih menjadi potensi unggulan warga Desa Bangorejo Kecamatan Srono. Komuditas ini sudah dikembangkan petani setempat sejak puluhan tahun silam. Salah satu kawasan yang menjadi sentra penanaman semangka ini berada di Dusun  Umbulharjo Desa Bangorejo Kecamatan Srono.

Rabu, (28/8) 2019 lalu, petani setempat melakukan panen raya. Luas lahan pengembangan budidaya semangka di kawasan ini mencapai 135 hektar. Dengan produksi 20 ton per hektar. Saat ini, hasil panen semangka ini dikirim ke berbagai daerah , seperti Jakarta, Jawa Tengah, NTB dan Kalimantan. “Ini bukti hasil kerja keras petani kita. Saya bangga petani Banyuwangi sudah mandiri dan makin sejahtera,” ucap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang hadir mengikuti kegiatan proses panen raya.

Dikatakan Anas, saat ini di Banyuwangi terdapat 1.500 hektar lahan sawah yang ditanam semangka. Sentra semangka ini tersebar di beberapa kecamatan, seperti Srono, Muncar dan Banyuwangi kota. Untuk meningkatkan pendapatan petani semangka Anas menyarankan agar para petani semangka mulai menggarap produk turunan semangka.

” Petani harus masuk ke ke sektor hilir dengan menggarap produk turunan. Misalnya, membuat oalahan minuman semangka. Sebagian sudah melakukan namun, harus terus didorong. Sehingga pendapatan petani semangka lebih baik,” ucapnya. Dikatakan Ketua Kelompok Tani, Suherman Dusun Umbulharjo menjadi sentra pengembangan semangka di wilayah Kecamatan Srono. Bahkan petani setempat sudah menanam semangka sejak tahun 1996. “ Saya bahkan sudah menanam semangka sejak tahun 1994,” ucapnya.

Saat ini kata Suherman, semangka menjadi tanaman utama warga desa setempat. Tak heran, jika petani di kawasan ini bisa panen semangka hampir sepanjang tahun. Dalam setahun petani bisa melakukan panen sebanyak empat kali. Dengan kapasitas produksi 20 ton per hektar. Saat muaim panen raya seperti saat ini, harga semangka mencapai Rp 1.500 per kilogram. “ Sekali panen petani bisa mendapat Rp30 juta per hektarnya. Sementara biaya produksi Rp 15 juta,” ucapnya. Kata Suherman Mei,  lalu, menjadi bulan yang istimewa bagi petani semangka setempat. Mengingat di daerah lain tak ada panen raya sehingga harga semangka menembus Rp 5.000 per kilogram. (tin)