Bikin Inovasi Produk sampai Bantu Promosi

14

Gambiran (bisnisbanyuwangi.co.id) – Berbagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) di pamerkan dalam ajang Lomba dan Bazar UMKM, yang dihelat Mahasiswa KKN 23 Universitas Untag Banyuwangi, belum lama ini. Kegiatan yang digelar di Balai Desa Yosomulyo ini diikuti pelaku UMKM dari berbagai daerah. Seperti, Bangorejo, Songgon, Jajag dan Desa Yosomulyo.

Diikuti 20 peserta. Kriteria penilaian dilihat dari segi bahan yang digunakan, kemasan, dan nilai ekonomisnya. Dalam lomba ini, marning tahu, meraih Juara III, Keripik Pare raih Juara II dan produk dodol kelor meraih Juara I.

Yofi Widianto Mustikasari selaku Ketua Panitia mengatakan kegiatan lomba dan bazar UMKM merupakan program utama Mahasiswa KKN 23 di bidang ekonomi. Sebelumnya, para mahasiswa yang terdiri 18 orang dari berbagai macam fakultas dan prodi ini melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM yang ada di Desa Yosomulyo.

“Dari 16 produk, terpilih enam produk yang kami berikan program inovasi dan pendampingan,” ucapnya.Salah satunya keripik pare dan keripik jamur. Sebelumnya, usaha keripik ini dari segi olahan masih kurang bagus, termasuk belum punya nama.

Para mahasiswa ini, membantu pelaku usaha UMKM, khususnya usaha keripik pare ini dalam hal pembuatan nama dan merubah bentuk kemasan. “Inovasi lainnya, penambahan variasi rasa. Dari hanya original, kini memiliki aneka variasi rasa, dari balado, pedas, jagung,” tambahnya.

Selain usaha keripik ada usaha cilok, pisang cokelat, pempek dan punten. Selain pendampingan dari segi produk, peran mahasiswa ini juga membantu dalam hal promosi. Diakui Yofi sejauh ini kemampuan pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi informasi masih kurang. “ Karena, itu, kami bantu juga dalam hal promosi di media sosial. Alhamdulillah sudah banyak pesanan baik dari IG, Facebook,” ucapnya.

Setelah inovasi, para pelaku UMKM diberikan  pendampingan  dan proses produksi bersama masyarakat. Yofi berharap lewat kegiatan ini, bisa membantu perekonomian masyarakat. Bagi, mahasiswa sendiri kegiatan ini sangat bermanfaat. Mengingat selama di kampus mereka, hanya mendapat pelajaran secara teori. “Di sini kami bisa terjun langsung ke tengah masyarakat. Melakukan pengabdian ke masyarakat,” ucapnya.

I Kadek Yudiana S. Pd.M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan, UMKM punya potensi luar biasa. Memiliki daya saing luar biasa yang tak berpengaruh ekonomi secara global. Sehingga tujuan menguatkan ekonomi kemasyarakatan. “Pada prinsipnya, yang kami harapkan, bagaimana membangun Banyuwangi melalui perdesaan,” ucapnya. Karena itu, kegiatan KKN ini menitikberatkan pada UMKM.

Dikatakan Yudiana saat ini, Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. “Jadi, peran mahasiswa ini, melihat dan mengangkat potensi yang ada di desa,” ucapnya.

Perkembangan pariwisata Banyuwangi mulai meningkat. UMKM ini menjadi sektor  pendukung dari pariwisata. “Sehingga  sesuai tema, kita tingkatkan pendapatan melalui UMKM berbasis modern,” ucapnya. Saat ini tiap perguruan tinggi diharapkan mahasiswa membuat capaian pembelajaran lulusan.

Peluang UMKM ini semua lulusan bisa masuk di dalamnya. “Jadi, tak heran, lulus terjun di UMKM,, karena secara teori mahasiswa sudah dibekali di kampus. Agar setelah lulus, bisa ciptakan lapangan. UMKM ini solusinya,” ucapnya.

Mahasiswa KKN di Desa Yosomulyo ini juga melakukan berbagai kegiatan pendampingan di berbagai bidang. Seperti bidang lingkungan dengan kegiatan penghijauan. Bidang pendidikan belajar bersama bersama siswa SLB( 22 Juli s.d. 1  Aguatus). Bidang kerajinan, seperti membuat batik, menganyam dan membuat keset.

Sekdes Yosomulyo Moh. Asrofi mengatakan pemerintah desa menyambut baik kegiatan ini. “Harapan kami pemerintah desa adanya pendampingan anak anak KKN, bisa lebih tingkatkan kualitas produk UMKM yang ada didesain kami,” ucapnya. Ke depan, pihaknya akan melakukan inventarisir UMKM, sebagai ikon desa. (tin)