Usaha Cilok, Beromset Ratusan Juta Per Bulan

34

Rogojampi (bisnisbanyuwangi.co.id) – Suksesnya sebuah usaha tak bisa dinilai dari besar kecilnya usaha. Salah satu buktinya, adalah usaha pentol cilok Pak Lan ini. Sehari hari sang pemilik, yang kini ditekuni sang anak, Lutfi, berjualan dengan menggunakan gerobak, mangkalan RS PKU kawasan Rogojampi.

Nama Pak Lan bukan nama sebenarnya. Nama aslinya, Parman. Nama Pak Lan diambil dari nama sang mertua. Awal buka, Parman yang akrab disapa Pak Lan ini berjualan keliling. Itu dia lakoni sejak 3 tahun silam. Lantas berjualan menetap di depan SD 1 Rogojampi, sejak 1997 sampai 2019. Kemudian pindah di Depan RS PKU Rogojampi.

Saat ini, untuk proses pembuatan pentol, Lutfi dibantu 8 tenaga kerja. Dalam sehari, bisa mengolah 50 kilogram bahan tepung dan 20 kilogram bahan ayam. Yang beda dari pentol ayam Pak Lan ini, diolah dari bahan kaldu asli ayam. Daging ayam tidak dicampur seperti pentol ayam pada umumnya, tapi suwiran ayam ini berada di dalam pentol. Disajikan dengan saus khas, hasil racikan sendiri.

Menurut Lutfi saus buatannya terbuat dari bahan saus tomat yang diolah kembali dengan bumbu khusus. Dalam sehari bisa menghabiskan 5 liter bahan saus. Saat ini, usaha pentol cilok ini diteruskan  sang anak, setelah Parman meninggal di usia 90 tahun.

Menurut sang anak, rahasia usaha tetap eksis, pihaknya selalu menjaga kualitas rasa. “ Dari dulu sampai kini, kami berusaha pertahankan kualitas dan kekuatan rasa,” ucapnya. Dalam sehari, dari usaha pentol cilok ini menghasilkan omset yang lumayan. Yakni Rp 4 juta per hari. Atau, Rp 120 juta per bulan. Cukup fantastis bukan.

Dari, usaha ini juga Pak Lan bisa mengantarkan keempat anaknya ke jenjang pendidikan sarjana dan seorang anak baru lulus sekolah. Lutfi sendiri, sebenarnya sudah 11 tahun bekerja sebagai staf pengajar di SMK PGRI Rogojampi. Namun, dirinya memilih meninggalkan pekerjaan demi meneruskan usaha sang ayah. “ Saya tak melihat dari segi penghasilan, namun lebih ke sejarah saya berasal. Yakni keluarga saya bisa hidup, saya dan saudara bisa sekolah dari usaha pentol cilok ini,” ujarnya. Yang menarik, Lutfi tak pernah pelit berbagi ilmu terkait usahanya. Menurutnya usaha bisa ditiru tapi rejeki tidak bisa. (tin).