Dilatih Menjadi Pengusaha Bukan Sales

67

Gambiran (bisnisbanyuwangi.co.id) – Bisnis kosmetik kian menarik. Hal ini terungkap dalam sebuah acara Grand Beauty Bussines Presentative, yang digelar Shannen, Minggu (16/10) 2019, di Surya Hotel, Jajag, banjir peserta.

Boleh dibilang, seminar bisnis kosmetik Shannen merupakan seminar bisnis kosmetik spektakuler pertama di di tahun 2019. Para peserta hadir dari berbagai kota.

Dalam dialog bersama mentor, mereka mengaku, ingin tampil cantik dan kaya bersama Shannen. Dalam kesempatan ini,   terungkap banyak dari mereka sukses bergabung dengan Shannen dari bawah. Dari kondisi minus. Namun, berkat keyakinan kuat, banyak dari mereka yang sukses mewujudkan impian.

Tak hanya kaum wanita, kaum pria pun banyak yang sukses menjalankan bisnis ini. Albert Ambudi Mayulu mengaku tertarik memulai berbisnis Shannen untuk berbagi manfaat dengan sesama. Yakni bersatu menuju ekonomi sehat.

Meski awalnya dirinya mengaku terpaksa. “Ini mentor saya yang awalnya memaksa saya berjualan lisptik,” selorohnya. Albert mengatakan melalui bisnis Shannen, Shannen Global Indonesia akan memberikan edukasi sistem agar masyarakat bisa tampil cantik, anggun dan percaya diri. Dengan konsep sistem jaringan terkini, bisnis Shannen akan membantu masyarakat memiliki penghasilan tambahan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Keunggulan bisnis kosmetik Shannen dengan menggunakan promosi langsung. Yakni sistem penjualan langsung, tanpa menggunakan biaya promosi. Dimana biaya itu akan dipangkas untuk diberikan kepada agen kosmetik. “Menariknya lagi, tiap agen kosmetik, akan dilatih jadi pengusaha bukan sales,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Mekar Puspa, mentor dari Banjarmasin. Dia mengatakan mengapa berbisnis di Shanen? Dia mengungkapkan berdasarkan survey, 80 % wanita Indonesia memakai kosmetik sehari-hari seperti bedak, lipstik dan perona.

Dimana, sepuluh tahun terakhir industri kecantikan di Indonesia bertumbuh rata-rata 12 %. Dengan nilai pasar Rp 33 trilyun di 2016. Industri kecantikan di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan kosmetik terbesar di Asia tenggara di tahun 2020. Dengan visi perusahaan menjadi brand kosmetik terkemuka di Indonesia. Dan, misi meningkatkan kepercayaan diri wanita dan pria di Indonesia. “Didukung dengan produk kosmetik kualitas premium. Kini, produk kosmetik Shannen sudah mengalahkan produk kosmetik konvensional,” ungkapnya.

Sejauh ini banyak orang sukses mendapatkan penghasilan dari Shannen. Puspa Mekar sendiri mengaku awal bergabung di Shannen demi sebuah impian. “Impian awal saya ingin mendapat penghasilan Rp 10 juta per bulan,” ungkapnya.

Selain bisa mewujudkan impian, Puspa Mekar mengaku senang menjalankan bisnis Shannen, karena dirinya bisa membantu mensukseskan banyak orang. “ Jika kita punya impian kuat untuk membantu kesuksesan banyak orang, Tuhan akan mengirimkan orang-orang hebat dalam hidup kita,” ucapnya. (tin)