BPIP Gandeng Untag Tangkal Potensi Radikalisme

16

Banyuwangi (bisnisbanyuwangi.co.id) – Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) turun ke Banyuwangi. Lembaga bentukan Presiden Jokowi ini menggandeng Universitas 17 Agustus 1945 (Untag’45) Banyuwangi untuk mensosialisasikan Pancasila di Hotel Santika kepada kalangan pemuda, para pendidik, mahasiswa dan dosen di kalangan Untag’45 Banyuwangi, Minggu (1/12).

Narasumber didatangkan langsung dari BPIP, diantaranya, Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo dan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Dr. Lia Kian. Termasuk Rektor Untag’45 Banyuwangi Andang Subahariyanto.

Menurut Aris Heru Utomo, media sosial menjadi pembunuh yang ampuh bagi sebuah negara, termasuk menghancurkan idiologi. Dia mencontohkan, negara di Timur Tengah yang perang saudara hanya lantaran korban medsos. “ Medsos itu bisa membuat maju negara, tapi juga bisa membunuh negara itu. Karena itu, lewat medsos juga, kami sosialisasikan idiologi Pancasila agar dimengerti oleh generasi muda, termasuk kalangan pendidik,” jelasnya. Diapun mengajak para generasi muda bijak menggunakan medsos. Lalu, para guru dan pendidik bisa mengajari para siswa dan mahasiswa agar bijak bermedsos. Ditambahkan, BPIP terus turun ke daerah-daerah agar idiologi Pancasila tetap membumi di Indonesia dalam bingkai NKRI. Saat ini, kata dia, paham radikalisme sudah masuk ke kalangan pendidik dan mahasiswa. Karena itu, pemahaman tentang idiologi Pancasila harus gencar dikuatkan di berbagai kalangan. “ Lewat medsos ini, kami gaungkan Pancasila agar potensi radikalisme bisa diproteksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Untag’45 Banyuwangi, Andang Subahariyanto menyambut baik BPIP yang melakukan sosialisasi ke Banyuwangi. Apalagi, menggunakan media kampus. Menurut Andang, pihaknya berkepentingan bersinergi dengan BPIP, sehingga materi pendidikan dan cara pengajaran Pancasila bisa tepat pada anak didik. “ Jadi, radikalisme itu harus dilawan dengan deradikalisme. Ini tidak bisa ditangani secara instan, tapi harus terintergrasi,” jelasnya. (udi)