Wong Tani Milenial Bebas Finansial

63

Gambiran (bisnisbanyuwangi.co.id) – Menjadi petani dulu dianggap  profesi yang minim penghasilan. Bahkan kerap dianggap sebagai pilihan terakhir seseorang. Keberadaan komunitas Petani Buah Naga  Panaba seolah membuka mata. Bahwa bertani bukanlah profesi murahan melainkan menjanjikan.

“ Jika Gajimu di bawah Rp 10 Juta, Maka Jadilah Petani,” begitu ucap Ketua Panaba Banyuwangi, Edi Purwoko dalam acara Kopdar 8 Panaba, belum lama ini di Benteng Buah Naga, Jajag. Menurut Edi, Panaba sebagai wadah sukses bersama petani buah naga. Hal terpenting lainnya, Panaba bisa menjadi bukti bahwa  petani milenial harus bebas finansial.

Dalam Kopdar 8 Panaba ini, mengusung tema, “Membedah Masalah Buah Naga tanpa Batas.” Diakuinya, Panaba terbentuk berangkat dari adanya masalah buah naga. Yakni tahun 2016 dari adanya masalah cacar buah naga.

Saat ini anggota Panaba para petani yang ingin maju, petani yang optimis, petani yang sadar betul mengenai prospek buah naga. “Ketika sudah masuk ke buah naga kemudian beralih dari buah naga adalah sebuah kesalahan besar dalam hidup kalian. Sebaliknya menanam buah naga adalah perubahan besar dalam hidup,” tegas pria yang aktif sebagai pembicara dalam berbagai acara inspirasi ini.

Sesuai bentuk angka 8, yang selalu sama dipandang dari segi manapun, dalam Kopdar 8 Panaba ini, para anggota Panaba, tetap konsisten menanam buah naga. Permintaan buah naga Banyuwangi juga sudah tembus ke berbagai negara.

Abdul Rahman Halim, petani buah naga mengatakan baru “bermain” buah naga sejak dua tahun di atas lahan seluas satu hektar. Halim, fokus mengembangkan  buah naga dengan sistem organik.

Menariknya, permintaan buah naga Banyuwangi kini datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Salah satunya Abudabi. “ Permintaan buah naga ke Abudabi masih sebatas sebulan sekali. Sekali kirim 4 s.d. 5 kuintal. Ini bisa menjadi angin segar bagi petani buah naga Banyuwangi,” ucapnya. Selain Abudabi, permintaan buah naga juga datang untuk dikirim ke Paris.

Philips, Sosialisasi Program baru

Saat ini Banyuwangi menjadi penghasil utama buah naga. Dikatakan Deni Kristanto selaku Distributor Manager Phillips Jember, untuk memfasilitasi permintaan petani buah naga terkait lampu hemat energi philips, sejak 6  Oktober 2019, ada harga spesial.

Yakni harga lampu spiral  15 watt dari Rp 22.500 turun menjadi Rp. 20.000. Lampu 12 Watt, dari Rp 22.000 turun menjadi Rp 18.100. “ Harapan kami adanya program ini, harga lebih terjangkau  tanpa mengurangi kualitas,” ucapnya.

Tak hanya program turun harga. Ada program tambahan lagi. Dikatakan Agus Suyono, secara Nasional ada program Laris untuk pembeli. “Untuk petani boleh ikut program,” ucapnya. Program Laris ini berhadiah paket wisata ke Maldif selama 5 hari 4 malam, atau Umroh buat dua orang. Pemenang, diambil 17 Pemenang secara nasional.

Yang menarik lagi, dari tiap pembelian lampu, oleh petani buah naga, Phillips akan menyisihkan Rp 100 untuk kas Panaba. “ Ini bisa untuk mendukung program berbagi Panaba,” pungkasnya. (tin)

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaJebolan IPB Bikin Inovasi Minyak Perawan