DR. H. Soekarjo, S.Kep, MM, Populerkan Banyuwangi dengan Pendidikan Kesehatan

DR. H. Soekarjo, S.Kep, MM.(foto/bb/wid)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – BANYUWANGI tak hanya dikenal memiliki obyek wisata menawan. Belakangan, kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini makin dikenal ke kancah nasional lewat pendidikan. Salah satunya, pendidikan kesehatan. Melalui Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi, sejumlah penghargaan bergengsi diraih. Adalah, DR. H. Soekarjo, S. Kep, MM, Ketua STIKES Banyuwangi yang sukses membawa  lembaga pendidikan kesehatan ini menyabet segudang prestasi membanggakan.

Sejumlah penghargaan yang diterima STIKES Banyuwangi diantaranya, “The Most Leading Education of the Year 2017”, Maret 2017. Lalu, “Education Award Excellence in Quality and Programme Winner 2017” dari Indonesia Achievement Programme Management Award, Juli 2017. Terbaru, STIKES Banyuwangi mendapatkan penghargaan “Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Terbaik 2017” dari Majalah Penghargaan Indonesia, media pertama dan satu-satunya majalah penghargaan di Indonesia, Desember 2017.

Ketua STIKES Banyuwangi, Dr. H. Soekardjo merasa gembira  dicapainya sejumlah penghargaan tersebut. Pasalnya, upaya yang dilakukan selama ini bisa membuahkan hasil istimewa. “Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,  karena tahun 2017 kami kembali dipercaya mendapatkan penghargaan ketiga kalinya. Penghargaan tersebut saya persembahkan untuk semua civitas akademika STIKES Banyuwangi yang telah ikut andil dalam pencapaian ini,” papar Soekardjo kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Mengenal Soekarjo, sosok yang satu ini selalu identik dengan dunia pendidikan, khususnya berkaitan dengan kesehatan. Pria kelahiran Genteng ini memiliki cerita dan liku hidup yang penuh kepahitan. Namun, kini, ia telah memetik buah dari perjuangannya, khususnya di bidang pendidikan. Pria 67 tahun  tersebut telah membuktikan cita-cita masa kecilnya, mendirikan sekolah berbasis kesehatan.  “Sejak kecil saya ingin membuat sekolah yang bisa membantu masyarakat. Bukan hanya membuat masyarakat cerdas, tapi juga membuat masyarakat sehat,” ungkap ayah dari Erik Toga, Ervia Toga dan Erbino Togama ini.

Cita-citanya di masa kecil bukan tanpa alasan. Kala itu, di lingkungannya banyak masyarakat kesulitan menikmati kesehatan. Sehingga, seiring perjalanan waktu, suami dari Sri Juariati ini menempuh D1 Akupunturis, berhasil menggondol gelar S1 Keperawatan. Kemudian Soekarjo melanjutkan jenjang pendidikan S2 di Management Industri (MMI) Surabaya, dilanjutkan dengan S2 Management Bussines Adminitrasi (MBA) juga di Kota Pahlawan. “Bagi saya pendidikan itu sangat penting. Makanya saya harus terus menimba ilmu,” kata pria yang berhasil meraih S2 Magister Management SDM (MM) di Jakarta tersebut.

Mimpinya  banyak tercapai. Prodi D3 Keperawatan STIKES mendapat nilai akreditasi B dari LAM PT Kes, tahun 2016. Kabar gembira juga datang dari prodi lainnya. Tahun 2017, ketiga prodi di STIKES Banyuwangi menjalani visitasi re akreditasi. Hasilnya,  S1 Keperawatan, Profesi Ners dan D3 Kebidanan mendapat akreditasi B. Kini, dari total lima prodi di STIKES Banyuwangi, empat prodi (D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, Profesi Ners dan D3 Kebidanan) telah terakreditasi B.

Prestasi ini kata Soekardjo, membuktikan STIKES Banyuwangi mampu bersaing dengan universitas lain di Indonesia. “Cita – cita kami, lima tahun ke depan, kami berharap bisa mencapai nilai akreditasi A,” papar pria yang akrab dipanggil Pak Kardjo ini.

Menurutnya, semua prestasi yang diraih STIKES   berkat kerjasama tim. Termasuk,  Pemkab, Badan Penyelenggara (Perwakes Bida), IKOMA (Ikatan Orangtua Mahasiswa), Penasehat Hukum, Dewan Penyantun, Civitas Akademika, tokoh pendidikan, dan masyarakat.

Soekardjo berharap STIKES Banyuwangi bisa menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memajukan Banyuwangi. Gebrakannya, dengan memperbaiki kualitas SDM, sarana dan penetrasi pasar. Pihaknya menyekolahkan tenaga pendidik dari jenjang strata satu, dua, hingga tiga. Dari 36 tenaga pengajar yang telah diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan lanjutan, tinggal delapan orang lagi yang masih menempuh studi. Sarana pendidikan juga terus diperbaiki. Seperti, ruang pembelajaran, perpustakaan, laboratorium dan lainnya.

Menurut Soekarjo, STIKES juga mendukung perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Termasuk menggaet mahasiswa dari luar daerah. Seperti, NTB, Bali, Sumatera, Riau, Kalimantan, Madura dan Papua. Kualitas lulusan STIKES juga diakui dunia kerja hingga ke luar negeri.  “Kami akan berusaha lebih baik dan terus berusaha,” tegas peraih  “Top of Figure” ini. Mahasiswa STIKES juga aktif kegiatan kemanusiaan bersama Baznas. Seperti gerakan sedekah uang  receh. (wid)