Rujak Kelang, Omzetnya Rp 1 Juta per Hari

Rujak kelang yang sedang “booming”. (foto/bb/tin)

Muncar (BisnisBanyuwangi.com) – RUJAK kelang, salah satu jenis rujak yang laris manis. Di kawasan Muncar, para penjual rujak kelang ini cukup banyak. Salah satunya, kedai rujak kelang milik Mbak Elfa di kawasan Desa Kedungringin, Muncar.

Tiap hari kedai milknya ini cukup ramai. Terutama anak-anak muda. Elfa sudah berjualan rujak kelang sejak tiga tahun silam. “Dulu berangkat dari modal Rp 200.000,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Rujak kelang buatannya laris manis. Pelanggan datang dari berbagai kawasan. Seperti Bangorejo dan Genteng. Awalnya, banyak orang datang karena penasaran dengan rujak kelang. Maklum di kawasan lain,seperti Bangorejo tak ada penjual rujak kelang. Elfa membuka usaha ini berangkat dari kegemarannya menyantap rujak kelang. Lantas, dia coba-coba mmbuka kedai di depan rumahnya.

Elfa meracik sendiri rujak kelangnya. Dalam membuat, dia meracik resep sendiri. Bahan yang digunakan buah-buahan berasa asam. Seperti, mangga muda, kedondong, nanas serta mentimun. Lalu diserut. Kemudian, ditambahkan bumbu ulekan cabai dan garam, serta petis ikan tuna. “Saya sengaja pilih bahan petis yang bagus,” ungkapnya. Bahan petis inilah yang menjadi ciri khas dari rujak kelang. Bahan petis dibeli langsung dari rumah produksi pembuatan petis di kawasan Muncar.

Setelah cabai dan garam di ulek di atas cobek, kemudian ditambahkan petis dan kaldu ikan. Kemudian dicampur dengan serutan buah dan potongan tahu goreng. Rujak kelang ini siap disantap dengan kerupuk kanji. Terbuat dari tepung kanji yang dibumbui bawang putih, garam dan potongan daun bawang. Lantas digoreng. Setelah matang disajikan dalam bentuk lembaran. Rasa rujak kaleng yang gurih asam manis berpadu dengan gurihya kerupuk kanji. Rujak kelang dijual cukup murah, hanya Rp 5000 per porsi.  Dalam sehari, Elfa mengaku bisa mendapat omzet Rp 600.000. “ Jika musim liburan bisa lebih, tembus hingga Rp 1 jta per hari,” ungkapnya. (tin)