Vitri Andarista, Berawal dari Sinden

Vitri Andarista. (foto/bb/dok. pribadi)

Gambiran (BisnisBanyuwangi.com) – KARIR penyanyi Vitri  Andarista di jagat hiburan bisa dibilang dimulai dari bawah. Sebelum hits di belantika musik Banyuwangi, wanita cantik asal Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran ini mengawalinya sebagai sinden wayang. Meski tak berlangsung lama, profesi melantunkan langgam Jawa ini membawa namanya melejit di atas panggung. “ Saya hanya dua tahun menjadi sinden. Saat itu masih SMP kelas 2. Lulus SMP langsung fokus ke dunia musik sampai sekarang,” kata Vitri kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Menjadi sinden, kata Vitri, ternyata juga kebetulan. Wanita kelahiran 26 Maret 1993 ini mengisahkan kala itu, dia menyumbang lagu di acara hajatan tetangga. Tak disangka, suaranya membuat seorang dalang kepincut. Dia pun ditawari menjadi sinden. Meski terbilang sulit membawakan lagu-lagu Jawa bernada tinggi, Vitri bisa melaluinya. Dia hanya belajar melalui kaset. Namun, suaranya tak bisa dianggap remeh. “ Kalau menjadi sinden, belajar otodidak. Saya juga tak memiliki darah seni,” jelasnya. Bisa dibilang, Vitri hanya iseng menekuni profesi tersebut. Ternyata, bisa melambungkan namanya.

Dua tahun  menekuni sinden, Vitri banting stir ke dunia musik. Suaranya yang mampu membawakan beragam genre lagu menarik produser. Menawari rekaman. Beberapa kali, dia terlibat pembuatan album. Mulai dangdut hingga lagu Using. Lagu paling hits miliknya “ Manuk Mursal”, bergenre koplo. Sejak melenggang ke musik, Vitri total meninggalkan dunia sinden. Alasannya sederhana. Waktu menggung sinden dan menyanyi jauh lebih lama. “ Kalau nyinden bisa semalam suntuk. Kalau menyanyi hanya beberapa jam,” jlentrehnya.

Sejak masuk rekaman, job terus menghampirinya. Tak hanya lokal, banyak tawaran manggung hingga ke luar daerah. Terjauh, Vitri sempat manggung ke Sumatera hingga Sulawesi. Bali yang berdekatan dengan Banyuwangi menjadi langganannya.

Urusan kostum, Vitri juga terbilang ketat. Dia tak mau menunjukkan kostum vulgar. Bahkan, lebih memilih make up simple. Menurutnya, saat di panggung tidak harus tampil vulgar. Namun, mengandalkan peformance suara. “ Saya lebih suka mengandalkan suara, bukan goyangan yang “panas”,” tegasnya. Sejatinya, kata Vitri, dirinya lebih suka membawakan lagu-lagu pop lawas. Tapi, lantaran tuntutan, dia tetap mengikuti keinginan pasar. Apalagi, suaranya selalu pas membawakan lagu apapun. Bagi Vitri, menekuni dunia merupakan hobi yang membawa rezeki. (udi)