Sendang Terapi, Airnya Bisa Membuat Awet Muda

Sendang terapi di Desa Songgon, Banyuwangi yang diyakini bisa mengobati penyakit. (foto/bb/udi)

Songgon (BisnisBanyuwangi.com) – BERADA di lereng Gunung Raung, kawasan Banyuwangi menyimpan beragam tempat unik. Salah satunya, sumber atau  sendang terapi di Dusun Pakis, Desa/Kecamatan Songgon. Mata air alami ini terbilang beda. Selain muncul dari resapan batu, airnya diyakini berkhasiat. Bisa mengobati penyakit hingga membuat awet muda.

Sendang terapi lokasinya cukup tersembunyi. Jika membawa mobil, pengunjung harus rela berjalan kaki sekitar 500 meter dari jalan raya. Namun, jika motor, hanya berjalan 200 meter. Lokasi sendang berada di tebing agak tinggi, di tengah perkebunan durian. Ukuran sendang tak terlalu lebar, sepintas mirip kolam renang biasa. Lahan ini milik pribadi. Pemiliknya, Solihin (46), warga setempat.

Pria ini mengisahkan, sendang ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Lahannya juga warisan keluarga. Jika ditarik garis lurus, sendang ini satu jalur dengan petilasan Raja Blambangan, Prabu Tawangalun di Rowobayu, sekitar 10 kilometer dari lokasi sendang. Karena alami, sendang ini tak pernah kering sepanjang tahun. Meski kemarau, ddebit airnya tetap deras. “ Dahulu, sedang ini hanya mata air biasa. Airnya keluar dari bebatuan. Karena di tengah perkebunan, lokasinya memang keramat,” kata Solihin, pekan lalu.

Seiring perkembangan pariwisata di Banyuwangi, pria ini awalnya menawarkan lokasi sendang sebagai wisata durian. Tak disangka, pengunjung berdatangan. Bahkan, dari luar kota. Akhirnya, setahun terakhir, pihaknya membangun sendang tersebut mirip kolam renang. Namun, airnya tetap dibiarkan mengalir alami dari bebatuan. Selain menikmati durian, pengunjung bisa mandi di sendang, atau sekadar membasuh muka. Ternyata, justru pengunjung  lebih tertarik mandi di sendang. Air di sendang sangat sejuk, bersih. Bahkan, bisa langsung diminum. Air dari kolam terus dialirkan ke bawah menyusuri aliran sungai kecil. Di sekitar sendang juga terdapat beberapa mata air. Namun, hanya dimanfaatkan sebagai hiasan. “ Air di sendang ini pernah diteliti. Ternyata mineralnya paling bagus. Mungkin karean keluar dar rembesan bebatuan hutan,” jelas Solihin.

Sejak dibuka menjadi kawasan wisata, sumber terapi kian dikenal. Menurut Solihin, banyak wisatawan luar daerah sengaja datang hanya untuk mandi. Menariknya, rata-rata mereka kembali. “ Katanya, airnya membuat segar. Ada yang sakit, bisa sembuh,” jelasnya. Pengunjung biasanya berendam beberapa lama di sendang. Menurut Solihin, pengunjung banyak yang datang dari luar Jawa, bahkan Hongkong. Karena bisa menyembuhkan penyakit, mata air ini dijuluki sendang terapi.

Sendang ini, kata dia, hanya dibuka siang hari. Setelah berendam, pengunjung bisa menikmati kuliner khas pedesaan. Menunya, ikan wader goreng, pepes oling dan sayur lodeh. Tempat makan dibuat mirip gubuk. Sehingga, terasa di alam bebas. Suasana sejuk membuat pengunjung betah berlama-lama.

Selain kuliner pedesaan, pengunjung bisa menikmati aneka jenis durian. Termasuk durian oranye. Durian ini diyakini bisa meningkatkan vitalitas. Saat musim durian, sehari, Solihin bisa menghabiskan 500 biji durian bagi pengunjung. Di tempat ini, pihaknya memelihara ratusan pohon durian. Bahkan, bisa panen sepanjang tahun, meski tak sebanyak musim panen raya. Masuk ke lokasi, pengunjung tak dipungut biaya. Hanya, bayar parkir kendaraan. (udi)