Jual Keliling, Cara Jitu Menarik Pembeli

Menjual produk daster secara berkeliling lebih menguntungkan. (foto/bb/tin)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – PRODUKSI daster dan kain pantai, usaha ini ditekuni Warjianto sejak 1 tahun silam. Meski tanpa modal dan latar belakang sebagai tukang jahit, pria ini nekad menerjuni usaha ini. Kini, dalam mengelola usaha garmen dibantu 16 tenaga jahit dan 4 tenaga desain.

Usaha garmen di Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng ini tak pernah sepi job. “Secara rutin kami mengerjakan pesanan daster dan kain pantai dari Bali,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Tiap 10 hari, pihaknya bisa mengirim 2.000 lembar daster dan kain pantai ke Bali.

Tak hanya memenuhi pesanan Bali, Warjianto juga aktif mengenalkan produknya di Banyuwangi. Sejauh ini untuk menjual produk daster buatannya dia memilih berjualan keliling. Dari desa ke desa. “Menurut saya, cara ini lumayan jitu menarik pembeli,” ungkapnya.

Tiap hari, dengan membawa mobil, Warjianto berjualan keliling. Dari kawasan Glenmore, Kalibaru, Muncar sampai Purwoharjo. Menurutnya konsep berjualan seperti ini tak kalah dengan membuka toko. Bahkan lebih laris. Selain melayani jualan eceran dirinya juga melayani pembelian grosir. Harganya cukup murah, hanya Rp 35.000 per biji.

Menurutnya,setiap hari,  bisa menjual 20 – 60 lembar baju. Sementara itu, kapasitas produksi, jika musim ramai bisa 200 biji per hari. Keunikan daster buatannya bermotif bunga. Menggunakan warna-warna segar, disukai pasar Bali. Sejauh ini, kata Warjianto, banyak orang membeli secara grosir untuk dijual kembali. Bahkan banyak  dari luar Jawa. “Prospek usaha ini cukup cerah dan belum ada kendala,” ucapnya. (tin)