Komunitas Banyuwangi Jempoel, Semangati SDN 1 Gombolirang

Tim Komunitas Banyuwangi Jempoel. (foto/bb/wid)

Kabat (BisnisBanyuwangi.com) – GERAKAN Komunitas Banyuwangi Jempoel terus berlanjut. Kegiatan mengedukasi sekolah di kawasan pinggiran lewat Jempoel Goes to School (JGTS) ini sudah memasuki even ke tujuh. Kali ini, menyasar SDN 1 Gomboliring, Kecamatan Kabat. Seperti biasa, para siswa diinspirasi menggantungkan cita-cita setinggi langit.

JGTS ketujuh digelar, 10 Februari 2018. Sebelum kegiatan, Komunitas Banyuwangi Jempoel membuka pendaftaran anggota pengurus Banyuwangi Jempol periode 2018. Layaknya di sekolah lain, JGTS#7 ini tetap mengusung semangat inspirasi bagi para siswa. Para anggota Komunitas Banyuwangi Jempoel hadir dengan kontribusi masing-masing. Khususnya bidang pendidikan.

Kenapa pendidikan ?  Pendidikan diharapkan hadir untuk memberikan harapan dan mengubah nasib anak bangsa menjadi lebih baik. Pendidikan juga hadir untuk melahirkan anak bangsa yang berkarakter, berbudi luhur dan menghargai antarsesama. Semangat ini yang menjadi Komitmen komunitas Banyuwangi Jempol. Sejak tiga tahun terakhir, komunitas ini banyak memberikan inspirasi dan kontribusi untuk dunia pendidikan.

Di SDN 1 Gombolirang, anggota komunitas  berinteraksi dengan para siswa melalui kegiatan fun learning. Seperti kelas profesi dan game edukatif.

“Persiapannya cukup panjang, karena untuk menjadi relawan itu tidak mudah. Atas kerjasama beberapa pihak dan semangat kawan-kawan Banyuwangi Jempoel, maka  bisa roadshow ke SDN 1 Gombolirang,” kata Ketua Banyuwangi Jempoel, Erwin Kurniawan kepada Bisnis Banyuwangi.

Ditambahkan,  sesuai dengan tagline Banyuwangi Jempoel “Bebarengan Mbangun Banyuwangi”, pihaknya berharap bisa memicu generasi lain lebih giat mendukung kegiatan anak-anak di bidang pendidikan.

Sebelum melakukan Jempol Goes to School, mereka juga menjembatani para profesional dalam berkontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan. Serta, berbagi semangat dan motivasi. Menariknya, para profesional ini ditantang menjadi relawan pengajar. Bercerita tentang profesinya. Baik dunia medis, pelajar, mahasiswa dan pengusaha.

 “Kami berupaya membuat konsep dengan kemasan yang menyenangkan melalui permainan edukatif. Seperti lomba memasukkan obat dalam cangkang kapsul dan permainan lainnya. Kesempatan juga diberikan kepada masyarakat untuk bergabung menjadi relawan pada kegiatan Jempol Goes to School berikutnya,” jelasnya.

Tidak hanya sambang sekolah, komunitas ini juga kerap menyumbang buku ke beberapa lembaga lainnya.  “Kita juga ada kampanye donasi buku, buku bacaan. Jadi kami menerima buku untuk kami sumbangkan ke sekolah-sekolah di Banyuwangi,” ujar Erwin.

Selain donasi buku, lanjut Erwin, setiap satu bulan komunitasnya mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi melalui ekstrakurikuler bagi siswa.

Mendasari kepedulian terhadap duniaa pendidikan anak Banyuwangi, lanjut Erwin, pihaknya membuat berbagai kegiatan inspiratif. Salah satunya, memberikan motivasi untuk anak-anak Banyuwangi. Setiap bulan, Banyuwangi Jempol  mengunjungi sekolah-sekolah di pedesaan. Banyuwangi Jempol juga memberikan program beasiswa. Khusus donasi buku, telah dibuatkan rumah baca di Rumah Bermain dan Belajar KJB di Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Kertosari.

“Kebetulan, kami juga membina rumah baca di Banyuwangi. Jadi bisa saling berbagi untuk anak-anak lainnya. Ke depan, kami akan lebih meningkatkan lagi program-program unggulan lainnya untuk anak-anak Banyuwangi,” jelasnya.

Meski terbilang baru,  berdiri awal tahun 2016, bersama 7 kawan lainnya, Erwin memulai kegiatan sosial ini. Namun, kegiatannya sudah  mulai dirasakan para siswa yang tidak mampu. Khususnya, program beasiswa. Tidak hanya itu, konsep pembelajarannya sederhana,   sekaligus pengenalan minat baca untuk generasi pelajar, menjadikan komunitas Banyuwangi Jempol layak mendapat acungan jempol.

Erwin menjelaskan sejumlah kegiatan terus digalakkan kelompok dengan anggota mahasiswa hingga lulusan perguruan tinggi ini. Mereka juga giat menggalang dana dari sejumlah donatur untuk memberikan beasiswa kepada siswa SD di Banyuwangi. (wid)