Difabel Bebas Antre di Rumah Sakit

Para difabel menggelar atraksi budaya. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – KABAR gembira bagi para difabel di Banyuwangi. Mereka mendapatkan kartu Gandrung (Gerakan Asuhan Nyata pada Disabilitas, Resiko Tinggi, Usia Lanjut, Veteran Pesiunan, dan Gravida) dari pemkab. Kartu ini bisa dipergunakan disabilitas mendapatkan kemudahan pelayanan publik. Termasuk, gratis ke seluruh tempat wisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan kartu Gandrung ini dibagikan sebagai salah satu bentuk kemudahan bagi disabilitas mengakses pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan. “Pemilik kartu ini bisa lebih cepat mendapatkan layanan kesehatan. Mereka akan mendapat layanan patas ketika berobat. Mereka akan diprioritaskan, akan ada petugas khusus melayani pemegang kartu ini,” kata Bupati Anas disela Festival Anak Berkebutuhan Khusus di Pendopo Banyuwangi, Selasa lalu.

Ditambahkan, pembagian kartu Gandrung bagi disabilitas bertujuan  mewujudkan kesehatan berkeadilan. Dengan memiliki kartu Gandrung, para difabel tidak perlu mengantre saat berobat di rumah sakit.  “Tidak menjadi adil apabila pasien difabel harus antre saat berobat seperti pasien lainnya. Nantinya ada petugas khusus yang melayani pasien difabel selama berobat,” imbuhnya.

Pemberian kartu Gandrung juga implementasi Perda No.6/2017 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas.  “Kami menaruh perhatian besar bagi penyandang disabilitas. Dengan perda ini, satu persatu program untuk pemenuhan hak disabilitas terus kami wujudkan,” jelas Anas. Selama ini, kata dia, pemkab memberikan beasiswa bagi para penyandang disabilitas agar bisa menempuh pendidikan.

Pemegang kartu Gandrung juga dibebaskan biaya masuk ke tempat-tempat wisata di Banyuwangi. Sehingga, para difabel bisa plesir ke seluruh tempat wisata tanpa memikirkan biaya masuk. Mereka juga mendapatkan pelayanan beda ketika berkunjung ke tempat wisata. (udi)