Sepeda Kuno, Makin Mahal, Makin Diincar

Bisnis sepeda tua di Tegaldlimo yang banyak diburu kolektor. (foto/bb/tin)

Tegaldlimo (BisnisBanyuwangi.com) – SEPEDA tua termasuk barang  yang dibandrol mahal. Meski begitu, penggemar sepeda tua ini tak pernah surut. Termasuk di kawasan Banyuwangi selatan. Di kawasan Tegaldlimo, misalnya, penggemar sepeda tua cukup banyak. Mereka tergabung dalam komunitas sepeda tua.

Wahyudi, salah satu pria penggemar sepeda tua. Berangkat dari hobi koleksi sepeda tua, dirinya mencoba menekuni usaha jual beli sepeda tua. “Usaha ini masih sekitar 2 tahun,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Usaha ini dirintis kecil-kecilan, memanfaatkan teras rumah. Peminatnya lumayan banyak, termasuk warga Bali yang kebetulan lewat di kawasan Tegaldlimo.

Selain berbisnis, Wahyudi juga aktif dalam komunitas sepeda tua. Bahkan, dia juga tak mau ketinggalan mengikuti even sepeda tua di berbagai kota. Dari situ, Wahyudi juga menjalankan bisnisnya. “Kadang, jika ada even di luar kota, saya juga bawa dagangan sepeda,” ungkapnya.

Sejauh ini dalam menawarkan dagangan masih sebatas dari mulut ke mulut. Para pelanggannya sebagian besar sesama anggota komunitas sepeda. Apalagi di kawasan Tegaldlimo cukup banyak komunitas sepeda. Biasanya, Wahyudi paling banyak permintaan jika muncul komunitas sepeda baru.

Beberapa koleksi sepeda tua daganggannya tersedia berbagai merek. Seperti Gazello, Batavus, Simplex dan Phillips. Sejauh ini katanya,  Gazello berada di kelas paling atas. Hraga paling mahal. “Tapi tetap paling laris,” tambahnya. Pengalamannya dua bulan lalu, berani melepas satu unit sepeda tua Gazello senilai Rp 35 juta. Sementara, kelas menengah, Simplex dan Phillips, dibandrol kisaran Rp 3 juta – Rp 1 juta per unit. Sementara merek Batavus, termurah, dibandrol Rp 2,5 juta – Rp 5 juta per unit. Jenis sepeda tua in keluaran Belanda dan Inggris. Untuk Gazello, sejak dulu sudah dikenal mahal.

Dijelaskan, selain keasliannya, kualitas dan harga sepeda tua. khususnya Gazello tergantung nomor seri. Nomor seri ini mulai dari 1 – 11. Makin muda usisnya justru makin mahal.

Stok sepeda, selain dari kawasan Tegaldlimo, dirinya bisa berburu sampai ke luar kota. Termasuk Madura. Biasanya sepeda tua yang baru dibeli kondisinya tak komplit. Bahkan dalam keadaan rusak. Diakuinya, mencari stok ondordil dengan cara jagal mengambil dari sepeda tua lain. “Kalau sepeda koleksi saya ini, sebagian besar ondordil masih orisinil,” ucapnya.  Kini penggemar sepeda tua ini bukan hanya dari kalangan usia senja. Bahkan, kini anak-anak muda banyak berburu sepeda tua. (tin)