Murah, Ogoh-ogoh Mini Diminati

Ogoh-ogoh mini mulai diminati di Banyuwangi selatan. (foto/bb/tin)

Siliragung (BisnisBanyuwangi.com) – AKSESORIS menjelang datangnya Hari Raya Nyepi, mulai bermunculan di Banyuwangi. Salah satunya, Ogoh-ogoh mini. Ogoh-ogoh, patung sebagai simbol butakala ini mulai diminati. Hal ini seiring banyaknya festival ogoh-ogoh di Banyuwangi. Fenomena ini menjadi peluang bagi mereka yang kreatif. Salah satunya, pemuda asal Desa Bulurejo, Kecamatan Siliragung ini.

Berbekal kreativitas, Gatot begitu sapannya membuat ogoh-ogoh mini dari bahan busa. “Idenya dari diri saya sendiri,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Berangkat dari hobi di bidang seni, Gatot coba-coba membuat ogoh-ogoh mini. “Sebelumnya saya sering membuat ogoh-ogoh ukuran besar,” ungkapnya.

Untuk membuatnya perlu keterampilan khusus. Meski dari bahan busa, ogoh-ogoh mini ini tak kalah seram. Dibuat berbagai model. Salah satunya banaspati. Ukurannya yang kecil, diminati anak-anak. Di kawasan Banyuwangi, belum ada pesaing. Karena itu, Gatot mengaku banjir permintaan ogoh-ogoh mini sejak dua bulan silam.

Bahkan, pihaknya sempat kewalahan dan mendatangkan stok dari Bali. “Sekali belanja bisa dalam jumlah banyak, sampai ratusan biji,” ungkapnya. Selain membuat sendiri, Gatot kerap berjualan ogoh-ogoh mini di kawasan Purwoharjo. Harganya relatif terjangkau, dari Rp 100.000 hingga. Rp 450.000 per buah. Peminatnya lumayan tinggi. Sebulan Gatot bisa menjual ratusan ogoh-ogoh mini. Saat ada festival ogoh-ogoh di kawasan Purwoharjo, menjadi berkah bagi pedagang ogoh-ogoh. Peminat ogoh-ogoh mini ini kata Gatot tak hanya umat Hindu, melainkan banyak kalangan umat muslim. Mengingat, banyak orang berminat membeli ogoh-ogoh mini untuk hiasan di rumah. (tin)