Dongkrak Pertanian, Targetkan 200 Embung

Waduk Bajulmati. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PERTANIAN tetap menjadi prioritas Pemkab Banyuwangi. Mendongkrak produksi petani, ratusan embung ditargetkan bisa terbangun selama beberapa tahun ke depan. Embung ini difokuskan di sejumlah daerah yang rawan kekeringan. “Targetnya, Banyuwangi membangun 200 embung. Tahun ini, dibangun 20 titik,” kata Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Dijelaskan, meski anggarannya turun, pembangunan embung tetap berlanjut. Menurut Guntur, tahun 2018, anggaran infrastruktur di PU Pengairan hanya sekitar Rp 100 miliar. Jumlah ini turun tajam dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp 180 miliar. Meski begitu, kata dia, pengadaan embung, terutama di Banyuwangi selatan tetap direalisasikan. Sebab, kehadiran embung ini bisa mendongkrak produksi pertanian. “ Dengan embung, pasokan air bisa  stabil. Petani yang selama ini dua kali tanam, bisa tiga kali tanam setahun,” jelasnya. Dengan embung, Guntur memproyeksikan bisa membantu kenaikan produksi pertanian hingga 20 persen. Ditambahkan, melalui embung, cadangan air akan bisa bertambah. Dampaknya, produksi pertanian bisa ikut naik.

Menurut Guntur, dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), lembaga yang dipimpinnya bisa mendapatkan nilai A. Prestasini kata dia bukan semata-mata pencatatan administrasi yang baik. Namun, adanya inovasi menjadi nilai khusus. “ Jadi, harus ada inovasi dalam pelaksanaan program. Ada manfaat di luar tugas rutin,” jelasnya. Inovasi ini, kata Guntur, diwujudkan dalam peremajaan embung. Termasuk, membuat jalur pengairan menjadi kawasan wisata. Selama ini, imbuhnya, banyak embung yang disulap menjadi destinasi wisata. Kebijakan ini yang dianggap sebagai inovasi.

Guntur menambahkan banyak dam yang disulap menjadi obyek wisata. Salah satunya, Dam Gembleng di Srono. Kini, saluran air ini menjadi destinasi wisata favorit. Ada lagi, imbuh Guntur, bantaran Kalilo yang mulai populer. “ Khusus Kalilo, akan kita perpanjang penataannya. Nantinya, sepanjang aliran sungai warga bisa membuka kafe kuliner,” pungkasnya. (udi)