Infrastruktur Alas Purwo Dipermak Lagi

Kondisi infrastruktur jalan menuju Taman Nasional Alas Purwo. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – INFRASTRUKTUR di Banyuwangi mulai dilirik pusat. Menjelang Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Oktober 2018, Banyuwangi ikut ketiban berkah. Menjadi daerah penyangga Bali, Bumi Blambangan menjadi sasaran program percepatan pembenahan infrastruktur. Sebab, akan ikut menyambut 18.000 delegasi dari 189 negara. Salah satu perbaikan infrastruktur yang dilirik adalah Taman Nasional Alas Purwo. Selain itu, Taman Nasional Meru Betiri, Pantai Sukamade dan Gunung Ijen.

Rencana perbaikan infrastruktur ini ditandai hadirnya tim teknis dari Kemenko Maritim dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pasca-kunjungan tiga menteri, pekan lalu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih ke pemerintah pusat yang bergerak cepat, menangani sejumlah infrastruktur pendukung di Banyuwangi. “Kami berterima kasih dengan langkah pemerintah pusat, tak perlu lama menangani masalah. Begitu ditinjau, melihat dan memetakan apa yang perlu ditangani, mereka langsung menurunkan tim teknis. Ini model kerja rapi dan terstruktur ala pemerintahan Pak Jokowi yang harus kita contoh,” kata Anas.

Dikatakan, perbaikan infrastruktur ini mengarah ke sejumlah destinasi wisata. Rencananya, menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi sebagian delegasi dunia. “Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, membenahi sejumlah fasilitas di lokasi wisata yang kewenangannya memang ada pada pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Banyuwangi Mujiono menambahkan, tim teknis dari pusat terpecah menjadi dua rombongan. Mereka meluncur ke lokasi wisata Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri.

“Mereka juga meninjau Pantai Marina Boom dan bersama-sama mendaki Gunung Ijen. Tim teknis dari Kementrian PUPR, mereka fokus pada kawasan Ijen,” jelas Mujiono.

Mujiono melanjutkan, tima berada di Banyuwangi selama dua hari. Survei, sekaligus memetakan sarana dan prasarana pendukung. Sehingga, diketahui apa saja yang perlu segera ditangani pusat. “ Kami mensinkronkan dengan pusat, apa saja yang perlu segera dibenahi. Hasil dari kunjungan ini akan menjadi materi final rapat bersama Menko Maritim,” pungkasnya. (udi)