Desa Kaliploso, Angkat Potensi Desa dengan Beragam Festival

Kades Kaliploso, Rudi Hartono bersama istri. (foto/bb/tin)

Cluring (BisnisBanyuwangi.com) – GELIAT mengembangkan potensi desa makin tumbuh subur di Banyuwangi. Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, salah satunya. Melalui beragam festival, desa ini mengangkat potensi yang dimiliki. Targetnya, mengangkat perekonomian melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi yang diangkat kebanyakan hortikultura yang menjadi unggulan desa.

Tahun 2018, Desa Kaliploso makin berbenah. Sederet kegiatan digodok. Diantaranya menggelar berbagai festival. Dari Festival Kaliploso Rijig, Festival Holtikultura Carnival (KHC) sampai Obrolan Jeruk Manis.

Kepala Desa Kaliploso Rudi Hartono mengatakan dasar pembangunan desa adalah pembangunan masyarakat.  Dimana percepatan pembangunan desa tak lepas dari partisipasi masyarakat. Dalam rangka membangun semangat partisipasif masyarakat, pihaknya  menggelar Festival Kaliploso Rijig. Rencananya April mendatang.  Melibatkan 23 lingkungan RT. Setiap RT wajib memiliki poskamling, gapura dan tempat sampah di setiap rumah tangga. Lalu, selokan yang bersih, serta melakukan penertiban jalan. Menanam bunga dan tanaman produktif di jalan desa serta lingkungan masing-masing.

Rudi berharap kegiatan ini tak sebatas festival, namun bisa merubah cara pandang masyarakat, lebih sadar lingkungan. Sebagai tindak lanjutnya, ke depan digelar, kegiatan kerja bakti setiap bulan. Harapannya, terwujud Kaliploso Asri dan Berseri.

Di masa awal menjabat, pria yang sebelumnya menjadi Wakil Ketua BPD ini menanamkan semangat berbagi. Melalui kegiatan Semanggi ( Semangat Berbagi) Berkah. Kegiatan ini dihelat tiap bulan sekali. Pihak desa bersama warga turun memberikan bantuan sembako kepada janda telantar dan manula. “Khusus anak yatim piatu ada juga kegiatan santunan,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Sementara itu, Festival KHC (Kalilposo Holtikultura Carnival)  digelar September mendatang. Lewat festival ini Rudi berharap bisa mengukuhkan Desa Kaliploso sebagai desa holtikultura dan peternakan. “Mengingat, dari luasan areal pertanian 298 hektar, 88% persen dikembangkan holtikultura, sisanya tanaman pangan. Dengan begitu holtikultura ini menjadi potensi desa kami dan bisa dikukuhkan sebagai karakter desa,” jelasnya.

Karakter tersebut makin kuat dengan banyaknya warga yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah, menanam buah lokal. Harapanna, lanjut Rudi, tahun depan  di Kaliploso bisa dirilis kawasan agrowisata desa. Dikelola BUMDes.

Di bidang peternakan, kata Rudi tengah disiapkan program ternak sapi bergulir dari desa untuk masyarakat. Setiap tahun ada 8 – 10 ekor sapi yang dikelola kelompok. Sistemnya, bagi hasil. “Sejauh ini sudah terbentuk 8 kelompok. Tiap satu RT satu kelompok,” tambahnya.

Sebagai program penutup tahun, pihak desa menggelar Obrolan Jeruk Manis. Rencananya akan dihelat bersamaan even bersih desa. Kata Rudi, kegiatan ini bukan sekadar ajang sharing bagi masyarakat. Tapi, ajang pameran dan promosi produk olahan holtikultura dari pelaku UMKM. Rudi mengaku siap merangkul pemuda dan karangtaruna setempat dalam bentuk pembinaan, maupun pelatihan.

Menurut Rudi, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar. Tak sebatas, dalam hal kependudukan. Namun, tanggung jawab di akhirat. “Saya memaknai kegiatan yang saya lakukan adalah ibadah,” ungkap pria kelahiran Banyuwangi, 16 Juli 1979 ini.

Untuk membentuk mentalitas perangkat desa, agar disiplin,  amanah dan memiliki etos kerja, dirinya membiasakan sholat berjamaah di lingkungan kantor. Tak hanya di kantor, pria jebolan IAIN Sunan Ampel, Surabaya ini juga aktif dalam kegiatan pengajian warga. Salah satunya, menghidupkan kegiatan sholat berjamaah di masyarakat. “Saya sering keliling mushala untuk sholat berjamaah bersama warga,” pungkasnya. (tin)