Resep Turun Temurun, Pecel Pincuk tetap Disukai

Pecel pincuk Madiun yang tetap disukai di kota Surabaya. (foto/bb/BS)

Surabaya (BisnisBanyuwangi.com) – PECEL, menu istimewa ini sudah melegenda. Cita rasa pedas manis sambal kacang meleleh di atas kesegaran sayuran. Bertabur kerenyahan rempeyek . Rasanya memikat. Kuliner pecel identik dengan kota Madiun, terutama pecel pincuk. Di Surabaya, pecel bisa dijumpai salah satuny pecel pincuk “Bu Pri” di sudut G Walk, Citraland. Warung ini tak pernah sepi. Sesuai namanya, pecel pincuk disajkan menggunakan daun pisang. Klasik.

Meski jauh dari tempat asalnya, soal rasa, dijamin istimewa. Pecel pincuk Madiun “Bu Pri” telah ada sejak 1962 silam di kota aslinya. Kini, usaha turun temurun warisan keluarga itu diteruskan putranya, Pribadi  yang melebarkan sayap ke Kota Pahlawan. Bukan pecel biasa, karena Pribadi, menyediakan puluhan lauk siap santap. Telur mata sapi, ayam goreng, telur bumbu Bali, perkedel kentang, empal, dadar jagung, tempe bacem, dan banyak lagi. Tersedia juga penyetan, rawon, serta nasi goreng rawon.

“Saya meneruskan usaha ibu yang jualan pecel sejak 1962, kebetulan saya kerja di Surabaya pada salah satu perusahaan BUMN dan sudah pensiun. Akhirnya apa yang pernah dirintis ibu, saya lestarikan di Surabaya,” terangnya kepada Bisnis Surabaya, belum lama ini.

Pribadi turun langsung meracik bumbu pecel. Mulai proses awal pemilihan bahan sampai finishing. Berbekal resep khusus dari sang ibunda. Bagi yang tidak suka pedas, jangan khawatir. Ada tiga jenis sambal yang ditawarkan. “Anak – anak juga suka makan pecel di sini. Pelanggan kita mulai dari anak – anak hingga orang dewasa,” imbuh bapak tiga putra tersebut.

Meski baru 2 tahun buka, pria 60 tahun ini telah membuka cabang dengan 22 orang karyawan. “Omzetnya cukup, kira – kira untuk biaya produksi ditambah gaji karyawan, pajak dan sisa operasional bisa untuk jalan -jalan,” tuturnya merendah.

Pria tujuh bersaudara tersebut menerapkan sistem brand image untuk membesarkan usaha. Tentu saja dengan modal kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas dan hasil berkualitas. “Branding kita bangun dan kita kawal sebaik mungkin untuk pecel, kemudian baru berkembang ke variasi menu lain,” sambungnya. Meski usaha serupa menjamur, Pribadi tetap optimis usahanya berkembang. Bahkan, pihaknya akan terus mengembangkan usahanya di beberapa titik kota Surabaya.  (lely yuana/BS)