Unik, Racikan Kopi Bercampur Sirsak

Suasana kafe “Kemunir” yang menyuguhkan kuliner berbahan dasar kopi. (foto/bb/wid)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – MENDENGAR kata kopi, identik dengan minuman pahit. Padahal, dengan teknologi kekinian, kopi bisa diolah menjadi beragam  minuman. Termasuk, dicampur dengan jus sirsak hingga mint. Menu ini yang ditawarkan Danial Sofyan, pemilik “Kemunir Kopi” di Jalan Penataran 49 Banyuwangi.

Bermula kecintaannya terhadap kopi nusantara, Danial mewujudkan hobi meminum kopi. Dia membuka sebuah kafe, awal tahun 2016. Dalam bahasa suku Using, kemunir bermakna menguning atau nyadam (hampir matang). Bisa diartikan sebagai sebuah proses menuju kematangan, terus belajar bersama hal-hal baik.

Tak hanya menyajikan puluhan jenis kopi dari berbagai penjuru nusantara, Danial bersama sang istri, Enggar Puspita mencoba mengkreasikan menu makanan dengan bahan dasar kopi.

“Pingin lebih mengenalkan house blend dengan menu dasar kopi. Biasanya kalau yang baru ke sini, apalagi cewek pesennya pasti non kopi. Aku inginnya pengunjung ngerasain house blendnya, nggak cuma dari minuman, tapi juga dari makanan,” katanya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Menu ini sengaja dibuat agar konsumen, ketika ingin ngopi teringat dengan kafe tersebut.

Di kafe ini, pengunjung tak hanya dimanjakan dengan beragam pilihan jenis kopi, berikut metode pengolahannya. Pelanggan akan merasakan kejutan variasi menu yang selalu up to date setiap dua bulan sekali.

Seperti bulan ini, beberapa inovasi diluncurkan untuk menarik perhatian penikmat kopi. Pada menu minuman, dark ocea,  seolah menjadi teka-teki bagi penikmatnya. Minuman satu itu berbahan dasar kopi cold brew. Kombinasi jus sirsak, blue curacao syrup dan daun mint.

“Kami beri nama dark ocean karena selain berwarna gelap, ya seperti lautan yang tidak terprediksi (rasanya).  Karena pengalaman lidah seseorang pasti akan beda-beda,” jelasnya. Danial mencontohkan, konsumen ada yang bilang rasanya seperti blueberry. Dalam bisnis ini, pihaknya menerapkan metode non riba.

Sementara menu makanan yang berbahan dasar kopi, Dani sangat terbantu eksperimen sang istri yang senang mencoba mix match berbagai bahan dasar. Lalu, dijadikan menu andalan kafe.

Seperti Frenchpresso, diluncurkan bulan ini. Kuliner merupakan roti, dicelup ke dalam kopi espresso, diberi cokelat leleh . Lalu, dipanggang.  Rasa legit cokelat berbaur pekatnya espresso. Menyatu dengan gurihnya roti panggang. Belum lagi, tambahan es krim. Memberikan sensasi dingin, lumer di mulut.

Mereka sering melakukan uji coba kepada teman atau pengunjung mengenai menu hasil eksperimen.  “Kalau omzet, ya sekitar Rp 20 juta, itupun bisa naik dan turun, tergantung musimnya. Kalau musim liburan, yang jelas berkisar segitu,” pungkasnya. (wid)