Banjir Pesanan, Daluman Cincau China

Sri Wahyuni menunjukkan minuman daluman hasil kreasinya. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – TAK BANYAK orang yang paham dengan khasiat tanaman cincau China. Jenis tanaman ini banyak tumbuh liar di areal persawahan.  Setelah mengetahui khasiat dari tanaman cincau China, Sri Wahyuni, mulai tertarik mengolahnya menjadi daluman.

Di Bali, daluman sudah familiar. Dijual mulai dari pedagang kaki lima sampai kelas restoran. Selain menyegarkan, juga mengandung khasiat. Namun, di Banyuwangi belum banyak orang menjual daluman. Bahkan tak banyak orang paham dengan tanaman cincau China ini.

Wanita asal Pesanggaran ini mulai merintis usaha daluman sejak 2017 silam. Berangkat dari modal minim, Rp 20.000. “Kebetulan daun cincau ini kami tanam sendiri,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Sebelumnya, meski sudah menanam, dia mengaku tak mengetahui khasiat dari daun cincau China ini. “Saya tahu setelah mendapat informasi dari kerabat yang bekerja di Bali, lantas saya pun buka di internet. Ternyata tanaman ini bernilai bisnis,” ucapnya.

Sri mencoba berjualan daluman secara online. Ternyata, banyak yang suka. Pesanan pun mengalir. Di awal usaha, Sri hanya menjual daluman murni. Dia jual seharga Rp 4.000 per cup. Lantaran banyak pesanan, dia menjual daluman siap minum. Seperti daluman dengan santan gula merah, serta daluman dengan sirup coco pandan.

Di tengah pesanan yang terus mengalir, Sri mengaku kualahan mendapatkan bahan baku. Sementara ini, tak banyak yang memiliki jenis tanaman ini. Kini, Sri pun mencoba menanam lebih banyak. Selain dari kebun sendiri, Sri juga membeli bahan daun dari warga sekitar.

Untuk membuatnya, kata Sri diperlukan rasa kepekaan. Karena kualitas tiap daun berbeda. Yang dipilih daun yang tak terlalu tua. Sri sengaja memakai daun yang baru dipetik, langsung diolah. Hasilnya lebih bagus. Prosesnya sederhana. Bahan daun diremas, ditambah air matang, lantas di saring. Kemudian, dibiarkan sampai mengental. Seperti jeli. Lantas siap dijual. Selain segar, daluman ini juga kaya serat. Sehingga baik untuk pencernaan, serta diyakini berkhasiat untuk kesehatan.

Karena dibuat tanpa pengawet, daluman murni buatan ibu 2 anak ini hanya bisa bertahan 4 hari dalam almari pendingin. Karena itu, Sri Wahyuni hanya membuat jika ada pesanan. Sekali bikin, dirinya bisa membuat 30 – 70 cup, langsung diserbu pelanggan. (tin)