SMK Raudlatussalam, Glenmore, Lulusan Siap Kerja, Gelar Praktik Kewirausahaan

Kepala SMK Raudlatussalam, Handi Setyawan. (foto/bb/ida)

Glenmore (BisnisBanyuwangi.com) – MENCETAK lulusan siap kerja, menjadi motto SMK Raudlatussalam, Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Soal kemampuan siswa, sekolah di bawah Yayasan  Pondok Pesantren Raudlatussalam ini menjadi prioritas. Salah satu program menyiapkan lulusan terbaik dengan menggelar ujian praktik kewirausahaan, Jumat (16/3) lalu. Para siswa SMK bernuansa Islami ini diwajibkan membuat produk sebagai penilaian kewirausahaan.

Praktik kewirausahaan ini merupakan kegiatan tahunan. Total 100 siswa dari kelas XII. Mereka diberikan ujian membuat produk bernilai ekonomi. Salah satunya, miniatur pohon pisang. Ujian dimulai pukul 13.00 hingga pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa. Khususnya, menciptakan produk kewirausahaan yang memiliki nilai jual. “Harapannya, ketika lulus,  para siswa bisa langsung kerja atau menciptakan peluang usaha sendiri sesuai keterampilan yang dipelajari di sekolah,” kata Kepala SMK Raudlatussalam, Handi Setyawan ,S.Pd.I, kepada Bisnis Banyuwangi.

Dijelaskan, SMK Raudlatussalam  berdiri sejak tahun 2011. Memiliki visi misi menjadi sekolah yang melahirkan generasi produktif. Mampu bersaing dalam dunia kerja secara global. Ada tiga jurusan yang ditawarkan ke siswa. Masing-masing, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Akutansi. Ketiga jurusan ini, kata Handi menyiapkan tenaga terdidik di bidang masing-masing. Dibimbing oleh 24 tenaga pengajar berkualitas, sesuai jurusan masing-masing.

Khusus uji praktik kewirausahaan ini, jelas Handi, memotivasi siswa membuat usaha mandiri. Dia mencontohkan, dalam bidang kuliner, siswa membuat kopi dari biji salak dan biji pepaya. Dalam bidang kerajinan, ada aneka ukiran dan miniatur. “ Target kita, saat siswa lulus, selain memiliki kemampuan sesuai jurusan yang ditempuh, juga mampu berwirausaha. Menciptakan produk bernilai jual,” jelasnya.

Kegiatan yang mengasah kemampuan dan inovasi ini akan menjadi kegiatan rutin. Sehingga, setiap siswa bisa menciptakan produk dan mengembangkannya sebagai peluang usaha. Jika banyak lulusan yang produktif dan menciptakan usaha, akan membuka lapangan kerja bagi banyak orang. “ Tentunya, uji kewirausahaan akan menjadi kegiatan rutin. Manfaatnya sangat bagus bagi siswa,” pungkasnya.

Selama uji kewirausahaan, para guru ikut hadir. Khususnya, guru pembimbing kewirausahaan, Agung. Lalu, Wakasek Kehumasan Heriyanto. Ikut hadir, KH. Fahrurrozi,S.Ag, Kepala Devisi Pendidikan dan Pengajaran Yayasan Pondok Pesantren  Raudlatussalam. Pria yang akrab dipanggil Gus Rozi ini menegaskan, pihaknya mendukung penuh kegiatan uji kewirausahaan yang digelar SMK di bawah yayasannya. Menurutnya, pendidikan harus bisa melahirkan generasi produktif, kreatif,dan inovatif. Sejalan dengan pentingnya berwirausaha sejak usia muda. “ Kami mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, bisa memunculkan generasi muda yang prodoktif dan inovatif,” ujarnya. (ida)