Unik, Furnitur Bonggol Berhias Ukiran

Furnitur berbahan bonggol kayu memiliki nilai jual tinggi. (foto/bb/tin)

Bangorejo (BisnisBanyuwangi.com) – KREATIF, mendatangkan pundi uang. Setidaknya ini yang dilakoni Sukri, pengrajin furnitur berbahan bonggol kayu. Sejak 8 tahun silam, warga Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo ini, menekuni kerajinan unik tersebut.

Awalnya Sukri mengaku kesulitan mencari bahan kayu tua untuk bahan baku usaha mebel miliknya. Lantas, muncul ide memakai bahan bonggol kayu. “Bahan bonggol ini sebelumnya tak banyak orang meliriknya menjadi furnitur,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Bahan bonggol kayu yang dipakai jenis kayu jati tua. Bonggol kayu ini sisa tebangan yang tak dimanfaatkan orang. Namun, di tangannya bahan bonggol kayu ini diolah menjadi berbagai macam furnitur. Seperti, meja, kursi dan hiasan rumah. Selain memberikan kesan unik, furnitur bonggol ini disukai karena memberi kesan alami.

Untuk membuat furnitur antik dari bahan bonggol Sukri memiliki teknik khusus. Tahun ini dirinya membuat inovasi baru furnitur  bonggol kayu berukir. “Model ukirannya tergantung bahan bonggol,” ungkapnya.  Model hewan kerap menjadi model ukiran. Seperti singa, ikan, ular dan penyu. Dalam sehari, dirinya bisa memproduksi satu jenis  furnitu. Untuk bahan bonggol Sukri berburu ke berbagai daerah. Harga bonggol ini bervariasi. Mulai ratusan ribu sampai puluhan juta per biji. Tak heran jika harga furnitur   bonggol kayu ini dibandrol lumayan mahal.

Selain unik, furnitur  bonggol ini sangat kuat. Bahkan tak mempan dibakar. Sukri kerap mendapat bonggolan sisa pembakaran. Warna hitam sisa pembakaan ini tak dia hilangkan. Justru menambah keunikan furnitur ini. “Saya buat kesan alami,” ucapnya. Setelah mendapat sentuhan khusus, bonggol yang sebelumnya tak memiliki nilai jual, kini menjadi bernilai ekonomis tinggi. Dari usaha ini Sukri mendapat omzet Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per bulan. (tin)