Banjir Bandang, Handoko Minta Tak Saling Menyalahkan

Handoko. (foto/bb/udi)

Kalipuro (BisnisBanyuwangi.com) – BANJIR bandang yang melanda Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, pekan lalu, memantik reaksi DPRD Banyuwangi. Lembaga ini meminta berbagai pihak tak saling menyalahkan. Sebaliknya, mencari solusi agar banjir serupa tak terjadi lagi.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi Handoko menegaskan ke depan, banjir bandang yang membuat geger tak terulang lagi. Lalu, tidak ada ego sektoral. “ Kita minta, tim yang sudah dibentuk kabupaten, bisa saling sinergi dan koordinasi. Jangan sampai, banjir serupa terjadi lagi,” kata politisi Demokrat ini, pekan lalu. Apalagi, kata Handoko, data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, hujan lebat masih berpotensi hingga Maret ini.

Karena itu, pihaknya mengajak berbagai pihak saling berkoordinasi. Mulai menganalisa kanal-akan, selokan diperlebar dan melihat pemicu banjir dari hulu. “ Ini salah satu solusi. Meski jangka panjang, harus mulai direncanakan. Seperti tim yang sudah dibentuk kabupaten,” jelasnya.

Terkait tudingan akibat lahan bawang putih di Licin, menurut Handoko, semuanya harus dibuktikan dengan matang. Menurutnya, hasil klarifikasi dari perkebunan Lidjen, banjir bandang di Sukowidi tidak berasal dari perkebunan bawang putih. “ Dari petanya, petak 1 tak masuk aliran banjir ke Sukowidi,” ujarnya. Meski begitu, pihaknya akan menggelar tinjau lapangan untuk memastikan aliran banjir. Menurutnya, harus ada penelusuran yang matang, lalu dikaji. Sehingga, lahan di atas harus dipastikan, perlu ditanami pohon lagi atau tidak.

Handoko menambahkan, pihaknya akan mengajak tim kabupaten bertemu pengelola perkebunan lain di barat kota Banyuwangi. Termasuk, jajaran Perhutani.  Selama ini, kata dia, kewenangan penebangan pohon di kawasan hutan menjadi wewenang Perhutani povinsi. Karena itu, lanjutnya, tidak ada salahnya, pihak Perhutani dan pengelola perkebunan saling koordinasi. “ Intinya, jangan dihabisi ketika menebang pohon. Tapi, harus ada zona pengaman. Jangan sampai gundul seperti sekarang,” sindirnya. (udi)