Menghadapi Lebaran, Jasa Vermak Mulai Pasok Bahan

Koleksi celana jeans. (foto/bb/net)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – LEBARAN masih jauh. Namun, beberapa sektor jasa mulai bersiap. Salah satunya, jasa vermak jeans. Menghadapi musim Lebaran, pemilik jasa vermak mulai menambah pasokan bahan. Diyakini, vermak tetap menjadi alternartif warga untuk tampil modis, menggunakan celana jeans. “ Kita mulai menambah stok bahan. Permintaan pembuatan celana jeans pasti bertambah seiring datangnya Lebaran nanti,” kata  Ahmad Gufron, pemilik vermak jeans di Jalan Raya Kembiritan, Genteng saat ditemui Bisnis Banyuwangi,  pekan lalu.

Selain vermak jeans, pria 33 tahun ini juga melayani jasa menjahit. Aneka kain disiapkan. Khususnya batik. Menurutnya, tren penggunaan baju batik cukup marak di Banyuwangi. Bahkan, saat Lebaran, baju batik banyak dicari. Usaha  vermak dan jasa jahit ini berawal dari bekerja di perusahaan konveksi di Jakarta. Setelah 8 tahun bekerja, mendorong Ahmad pulang kampung.  Lalu, membuka jasa vermak dan jahit sendiri. Menurutnya, usaha ini masih sangat menjanjikan di Banyuwangi.

Untuk memanjakan pelanggan, Gufron menyediakan berbagai jenis  bahan celana jeans. Sehingga, pelanggan  tak perlu repot membawa bahan. Jasa vermak dibandrol Rp 10.000 hingga Rp 50.000, tergantung jenis kerusakan. Sedangkan membuat celana jeans dibandrol Rp 150.000 hingga Rp 160.000, jaket Rp 200.000 hingga Rp 250.000. “ Kami melayani pembuatan semua jenis jeans, baik untuk laki maupun perempuan,” ujarnya.

Selain itu, menerima busana muslim, pakaian wanita hingga aneka seragam. Dalam memanjakan pelanggan, mengutamakan kepuasan menjadi mottonya. Proses pembuatan celana jeans membutuhkan waktu  tiga hari.

Saat ini,  Gufron dibantu 2 orang karyawan dalam menjahit pakaian pelanggan. Dari usaha ini, omzet bisa tembus Rp 5 juta per bulan. Menghadapi persaingan sesama penjahit dan vermak, Gufron mengutamakan kepuasan pelanggan. Artinya, model apapun yang diminta, bisa dibuatkan. Lalu, mengutamakan keramahan, ketepatan, harga dan kerapian hasil. “ Kalau jahitannya bagus, dipakai pasti nyaman,” ujarnya. Layanan lainnya, pelanggan tinggal menunggu di rumah. Ketika pesanannya selesai, langsung dihubungi. Karena terganjal modal, Gufron masih belum memiliki tempat yang menetap. Sehingga, berpindah-pindah. (ida)