Desa Songgon, Tawarkan Wisata Kampung Durian

Pintu masuk kampung durian yang asri. (foto/bb/tin)

Songgon (BisnisBanyuwangi.com) – BERADA di kaki Gunung Raung, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, memiliki potensi buah-buahan melimpah, berkualitas. Salah satunya, buah durian. Durian Songgon sudah dikenal dengan rasanya yang khas. Potensi ini dikembangkan menjadi obyek wisata. Desa Songgon menawarkan paket wisata sebagai kampung durian. Pengunjung bisa menikmati aneka durian dengan rasa yang dipastikan membuat ketagihan.

Pusat kampung durian ini berada di Kampung Sembawur, Dusun Pakis. Kawasan ini resmi dijadikan kampung durian oleh Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas, Minggu (18/3) lalu. Kampung durian ini layaknya surga tersembunyi di Songgon. Menawarkan pemandangan alam menawan. Tak kalah cantik dengan wisata Ubud, Bali.

Sebelum menikmati rimbunan pohon durian, pengunjung melewati jalanan berkelok, di tengah areal persawahan. Suasannya tenang, udaranya sejuk. Selama perjalanan, suara gemericik air sungai terdengar mengalun. Pemandangan makin cantik ketika kawanan burung bangau putih beterbangan di areal sawah, menyambut pengunjung.

Air sungai di kawasan ini cukup dingin, jernih dan tak dalam. Tak sedikit pengunjung tergoda bermain air. Bahkan, membiarkan anak-anaknya mandi. Dari jalan setapak, pengunjung bisa melihat hijaunya aneka tanaman holtikultura yang dikembangkan warga. Seperti bawang prei dan cabai. Memiliki suasana alam yang sejuk, membuat kawasan ini cocok dikembangkan berbagai tanaman holtikultura.

Jalan setapak di persawahan ini sedikit mendaki di tengah bukit. Di kawasan ini juga banyak tumbuh tanaman buah. Selain durian, ada pula manggis dan  tanaman jangkol. Pengunjung bisa berburu durian khas Songgon di lapak-lapak sederhana milik warga setempat. Durian dijual dengan harga lebih murah. Mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000 per biji. Khusus durian merah dan durian boneng masih dihargai cukup mahal. Mulai dari Rp 100.000 per biji.

Antusias pengunjung luar biasa. Bahkan belum sampai tengah hari, stok durian milik pedagang habis diserbu pembeli. Pengunjung datang tak hanya datang dari kawasan Banyuwangi, melainkan dari berbagai kota. Seperti Medan, Jakarta, Surabaya dan Bali. Rata-rata mereka datang karena penasaran, ingin mencicipi durian khas Songgon. Seperti durian merah, durian orange, durian mentega dan durian boneng.

Salah satunya, Ana yang datang bersama keluarga dari Bali. Mereka  hanya ingin menikmati durian merah. Selain membawa pulang durian, banyak pengunjung memilih menyantap durian di tempat, ramai-ramai bersama kerabat atau teman di bawah pohon.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas juga mendapat kesempatan mencicipi durian boneng, durian tanpa biji, unggulan Desa Songgon.

Menurut Pak Boneng, pemilik durian boneng, durian ini sangat istimewa. “Kini masih ada satu pohon,” ucapnya. Tak hanya durian, Bupati Anas disuguhi sajian olahan durian. Dalam acara ini, juga dihelat takir sewu. Sajiannnya khas ketan durian. Tak sekadar mencicipi durian, Bupati Anas pulang mendapat oleh-oleh durian.

Camat Songgon, Wagiyanto, S.Ag., M.Pd., mengatakan sejak dahulu, wilayah Songgon dikenal sebagai penghasil durian. Khususnya, Desa Songgon. Berbagai jenis durian dikembangkan warga. Seperti durian sipulot, lekit, durian mentega, durian orange, termasuk yang menjadi unggulan durian merah dan si boneng.

“Saat ini di wilayah Kecamatan Songgon, terdapat 4200 pohon durian,” ucapnya. Desa Songgon ini, kata dia, salah satu penghasil durian, khususnya di wilayah Sembawur, Dusun Pakis. Sehingga dijadikan kampung durian. Selain lokasinya sangat indah, kawasan ini menjadi pusat penghasil durian.

Kampung durian menurutnya sebagai upaya menjaga kualitas durian lokal khas Songgon. Mengingat, sejauh ini banyak durian luar daerah yang rasanya kurang enak masuk ke Songgon. Sehingga, merusak citra durian lokal. Dia berharap pesta durian di kampung durian ini ke depan bisa digelar sepanjang musim.  “Kami berusaha agar durian bisa ada sepanjang musim,” ucapnya.

Penasehat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banyuwangi, Drs. Iswanto, M.Pd., menyambut baik hadirnya kampung durian ini. Menurutnya, festival buah di kampung durian sebagai upaya membangun kembali branding durian Songgon. Sebab, selama ini banyak dirusak durian luar daerah. “Saya berharap ke depan kampung durian ini lebih tertata, dan siap dikelola sebagai Desa Wisata Durian,” ucapnya. Sehingga, bisa menjadi ajang edukasi bagi pengunjung. Seperti pengenalan bibit durian hingga perawatannya. (tin)